Keperawatan Canangkan PKK Online, Video Jadi Acuan Kompetensi

oleh -
Ilustrasi pemeriksaan secara daring oleh tenaga medis (Foto : spaceku.com)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) mencanangkan pengadaan Praktik Klinik Keperawatan (PKK) secara online atau dalam jaringan (Daring) yang akan dilaksanakan pada 11 Mei hingga 4 Juli 2020.

PKK merupakan praktik wajib bagi mahasiswa Jurusan Keperawatan yang seharusnya dilaksanakan di rumah sakit. Namun, masifnya penyebaran COVID-19 yang tak kunjung henti, membuat Jurusan Keperawatan memutuskan pengadaan PKK pada tahun ini secara online agar tetap sejalan dengan kalender akademik.

Penanggung Jawab Praktik Klinik Keperawatan, Suhartatik, S. Kep, Ns, M. Kes mengungkapkan, pelaksanaan PKK daring tetap mewajibkan mahasiswa memenuhi target pencapaian dengan membuat laporan kasus dari tiap departemen. Kemudian, target kompetensi tersebut dipenuhi dengan pembuatan video sebagai acuan pencapaian kompetensi.

“Mahasiswa harus memenuhi target pencapaian dengan cara membuat 1 laporan kasus per departemen yang diambil dari hasil telaah jurnal online. Untuk capaian kompetensi, mahasiswa membuat video dari salah satu kompetensi yang sudah ditargetkan, kemudian itu akan dijadikan dasar penilaian,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika kompetensi dalam bentuk tindakan invasif, maka, mahasiswa akan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) tindakan dan resume sebagai dasar penilaian serta memenuhi lima logbook setiap dua minggu.

“Kalau misalnya kompetensi tindakan dalam bentuk tindakan invasif, maka, mahasiswa dianjurkan nonton video yang linknya diberikan ke pembimbing di Youtube. Kemudian, membuat SOP tindakan dan resume untuk dijadikan dasar penilaian. Dalam 2 minggu, target logbook 5 untuk selama daring, kalau normal kan 10,” imbuhnya, Rabu (06/05).

Sementara itu, pengadaan PKK Online menuai sejumlah kritik dari mahasiswa Jurusan Keperawatan. Tak sedikit mahasiswa yang kecewa dengan keputusan pengadaan PKK online oleh pihak Jurusan dan berharap pelaksanaannya diundur.

Seperti yang diungkapkan salah satu mahasiswa Jurusan Keperawatan, Sinta (bukan nama sebenarnya). Menurutnya, pelaksanaan PKK di rumah sakit membantunya lebih berinteraksi dengan masyarakat dan mendapatkan skill yang ia butuhkan.

“Saya pribadi sangat membutuhkan skillnya, skill itu saya dapatkan apabila saya berinteraksi langsung sama masyarakat, karena yang kita hadapi di dunia nyata itu manusia. Harapan ku toh ada kebijakan untuk diundur tanpa harus suruh cuti mahasiswa,” ungkapnya.

*Reporter : Kru-M53