Polkesmas Hentikan PKK Luring, Mahasiswa Laksanakan PKK Daring

oleh -
Ilustrasi PKK secara daring

MAKASSAR-INTELLIGENT – Praktik Klinik Keperawatan (PKK) yang dilaksanakan secara luring, terpaksa dilanjutkan secara daring hingga tanggal 17 Juli mendatang.

Pembatalan ini diakibatkan oleh adanya surat edaran dari PPSDM terkait PPKM selama Covid-19 sehingga dilakukan penarikan mahasiswa di 8 rumah sakit yang bekerja sama dengan Polkesmas.

Seperti yang diungkapkan ketua prodi jurusan keperawatan , HJ. Hartati S. Kep., Ns., M. Kes, bahwa penarikan ini berdasarkan keputusan PPSDM dan pihak rumah sakit telah setuju untuk menarik mahasiswa kembali

“Tanggapan rumah sakit setuju saja karna inikan menyangkut keselamatan orang banyak,” ungkapnya

Ia pun berharap bahwa walaupun kegiatan dilaksanakan secara daring mahasiswa tetap dapat mencapai capaikan kompetensi yang diharapkan oleh pihak jurusan.

“walaupun PKK ini di laksanakan secara online sangat di harapkan semua kompetensi itu bisa tercapai dengan baik tapi kalau kita kembali mengenai capaian kompetensi itu tidak hanya terkait masalah pelaksanaan di akademik tapi juga mahasiswa nya sendiri dan memang harusnya lebih dominan mahasiswa fokus untuk melakukan capai itu” ujarnya ketika di wawancarai, Senin (08/07)

Sementara itu, pengadaan PKK online menuai sejumlah kritik dari mahasiswa jurusan keperawatan. Banyak mahasiswa yang kecewa dengan keputusan pengadaan PKK online.

Seperti yang di ungkapkan salah satu mahasiswa jurusan keperawatan,Ainun. bahwa bukan semata-mata nilainya tapi pengalaman dan situasi-situasi yang di jumpai di RS yang jelas berbeda kalau secara online.

“Kalau ditanya tanggapanku secara pribadi ya jelas ini mengecewakan. Karena point pentingnya dalam pkk secara offline itu menurut saya bukan semata-mata nilainya tapi pengalaman dan situasi-situasi yang dijumpai di RS yang jelas berbeda kalau kita online yah,” ungkapnya.

*Reporter: Kru M-34