Cek Fakta Klaim Berjemur Efektif Bunuh COVID-19

oleh -
Potret keluarga berada di bawah sinar matahari

MAKASSAR, INTELLIGENT – COVID-19 saat ini tengah menjadi pusat perhatian dunia akibat penyebarannya yang tak memandang umur dan status sosial. Di Indonesia sendiri kasus positif COVID-19 terus meningkat tiap harinya.

Di masa genting seperti saat ini, ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari COVID-19, seperti sering mencuci tangan dengan baik dan benar, menjaga jarak sosial, menggunakan masker, rajin olahraga, dan mengonsumsi nutrisi peningkat imunitas.

Selain contoh tadi, kini muncul tren di kalangan masyarakat untuk berjemur di bawah sinar matahari. Masyarakat percaya bahwa sinar ultraviolet pada sinar matahari dapat membunuh COVID-19, benarkah demikian?

Matahari memiliki tiga jenis sinar ultraviolet (UV), yakni UVA, UVB, dan UVC. Sinar Ultraviolet A (UVA) merupakan radiasi sinar matahari yang bertanggung jawab atas sebagian besar proses penuaan kulit, seperti kerutan hingga bintik penuaan.

Kemudian, sinar ultraviolet B (UVB). UVB dapat membakar kulit manusia atau lebih fatalnya lagi dapat meningkatkan resiko kanker kulit, sebab UVB dan UVA dapat menembus lapisan kulit dalam dan menyebabkan rusaknya DNA pada sel kulit.

Terakhir ialah sinar ultraviolet C (UVC). Sinar UVC diyakini bisa membunuh virus yang ada dalam tubuh manusia. Karena alasan inilah, para ahli menggunakan sinar UVC untuk membunuh mikroorganisme.

Penelitan sebelumnya menemukan bahwa sinar UVC dapat digunakan untuk membunuh virus corona lain seperti SARS. Radiasi UVC membelokkan struktur materi genetik virus dan mencegah partikel virus bermutasi lebih banyak.

Namun sangat disayangkan, belum ada penelitian atau studi yang dapat membuktikan bahwa sinar UVC dapat membunuh COVID-19. Selain itu, Organisasi kesehatan dunia (WHO) juga menegaskan bahwa sinar matahari tidak dapat membunuh COVID-19.

Terlebih lagi, UVC tidak mungkin kita rasakan dengan berjemur sinar matahari secara langsung, sebab sinar ultraviolet C telah disaring oleh ozon di atmosfer bumi sebelum menyentuh kulit manusia.

Meskipun belum ada penelitian lebih lanjut tentang ini, namun ada banyak manfaat yang kita bisa dapat dari berjemur di bawah sinar matahari. Salah satunya adalah tubuh kita akan mendapatkan asupan Vitamin D yang dapat meningkatkan imunitas tubuh kita.

*Reporter : Kru-M44