Subsidi Kuota Internet, Direktorat Enggan Transparansi

oleh -
Formulir pendataan mahasiswa Polkesmas terkait program subsidi kuota internet.

MAKASSAR, INTELLIGENT – Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) mengadakan program subsidi kuota internet bagi mahasiswa Polkesmas sebagai tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa terkait pengadaan kuota internet.

Formulir pendaftaran subsidi kuota internet dibagikan oleh Kasubbag Kemahasiswaan setelah beredar surat edaran Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) perihal refocussing anggaran bantuan koneksi internet dalam proses belajar mengajar (PBM) di Poltekkes.

Kasubbag Kemahasiswaan, Manjilala saat dihubungi Selasa (14/04) lalu terkait kejelasan edaran pengadaan program subsidi kuota internet Polkesmas, ia hanya menyarankan untuk menghubungi Wakil Direktur (Wadir) II yang berwenang mengenai program tersebut.

“Silahkan ke Wakil Direktur II. Iya, ke Wadir II saja. Poin yang saya sebarkan itu instruksi Wadir II,” ujarnya ketika dimintai keterangan oleh Kru Intelligent.

Sementara itu, dihubungi di hari yang sama, Wakil Direktur II, Anshar, SFT.Physio, M.Kes menolak diwawancarai mengenai transparansi pengadaan program subsidi kuota internet serta keterkaitannya dengan surat edaran BPPSDMK perihal refocussing anggaran.

Disisi lain, sikap tidak transparansi Direktorat tentang pengadaan subsidi kuota internet dan keterkaitannya dengan refocussing anggaran BPPSDMK ikut dialami Badan Perwakilan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar (BPM PKM).

Salah satu pengurus Badan Perwakilan Mahasiswa, Lisnawati mengungkapkan, saat ia menghubungi Wadir II terkait refocussing dana BPPSDMK pada 11 April 2020, Wadir II tidak menggubris pertanyaannya perihal surat edaran tersebut.

“Pada saat refocussing BPPSDMK keluar, saya chat pak Wadir II pada 11 April. Pada saat itu, saya kirim chat pembukaannya, saya mohon izin bertanya dan beberapa lama setelah diread, tidak ada balasan. Jadi, saya langsung kirimkan pertanyaannya saya, disitu juga hanya diread,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada 13 April 2020, Lisnawati kembali menghubungi Wakil Direktur II setelah beredar formulir pendaftaran program subsidi kuota yang dibagikan Kasubbag Kemahasiswaan. Namun, Wadir II hanya menyarankan pihak BPM untuk meminta kejelasan pada Kasubbag Kemahasiswaan.

“Setelah Pak Manji mengirimkan formulir pengisian subsidi kuota, disitu saya chat lagi beliau dan seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa ia mengarahkan saya untuk menanyakan itu ke Pak Manji, karena ia katanya hanya mensupport program Pak Manji,” bebernya.

*Reporter : Kru-M23