Tamu Belenggu Rindu

oleh -
Ilustrasi tangan yang hendak saling menggapai (Foto : pixabay.com)

Terhitung hari tak bersua
Sejak hadirnya sang tamu
Di negeri kita ini
Hadirnya tak diharapkan
Namun tetap menyelinap masuk
Entah siapa yang salah
Sang pemilik yang lupa mengunci pintu?
Atau sang tamu yang pandai manyelinap?

Tamu ini disapa corona
Membuat sang pemilik berseru
Untuk tak menjamu sang tamu
Menutup celah mengurung diri
Membuat persuaan hanyalah angan
Karenanya tercipta rindu
membelenggu kamu dan aku

Entah sampai kapan harus kutahan
Menanti persuaan denganmu
Sepertinya tamu ini betah
Pemilik terlanjur membuka rumah
Kupikir kesabaran kita diuji
Menunggu sampai tamu ini pergi
Agar persuaan tak lagi jadi angan
Melepas rindu yang kian membelenggu

Ada pula golongan lain
Yang akan tetap dibelenggu rindu
Dan sabar yang lebih besar
Bagi mereka yang ingin bersua
Tapi persuaan tetap menjadi angan
Bahkan setelah kepergian tamu ini
Aku yakin corona fana
Tapi ku tak yakin rindu ini sementara
Sepertinya Abadi

Karya : Lisnawati – Jurusan Fisioterapi 2018