Kenali Penyebab Hingga Pencegahan Malaria

oleh -
Potret nyamuk Anopheles penyebab malaria (Foto : Hellosehat.com)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Hari Malaria Sedunia pada tahun 2020 digunakan sebagai upaya untuk mempromosikan “Zero Malaria Starts With Me” atau “Nol Malaria Dimulai Dari Saya”, guna meningkatkan kesadaran individu tentang pentingnya melakukan pencegahan penyakit malaria.

Menurut data yang dirilis World Health Organization (WHO), sepanjang 2018 diperkirakan ada sekitar 228 juta kasus dan Benua Afrika tetap menyumbang angka kematian terbesar akibat penyakit malaria ini.

Dengan melihat kasus yang tidak sedikit,  kita dapat memahami bahwa penyakit malaria merupakan penyakit serius yang dirasakan semua negara di dunia. Penularannya juga mudah, karena hanya dengan satu gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit Plasmodium, seseorang bisa terkena penyakit ini.

Penularan terjadi ketika nyamuk Anopheles betina menggigit seseorang yang terinfeksi malaria, maka nyamuk tersebut bertindak sebagai vector penyakit dan menularkannya kepada manusia lain ketika menggigit dan mengambil darah manusia tersebut.

Jika terkena penyakit malaria, seseorang akan mengalami gejala malaria seperti demam tinggi selama 2-3 hari, menggigil, dan nyeri otot. Penyakit ini bisa menyebabkan hilang kesadaran, sulit bernapas, hingga masalah yang lebih serius.

Ada beberapa cara  yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini, salah satu yang efektif dengan menjaga lingkungan sekitar dan hidup bersih.

Dikarenakan nyamuk sering berkembang biak di genangan air, kita harus rajin membersihkan genangan air, seperti air limpahan AC, tangki air, saluran air dan nampan di bawah tanaman secara rutin.

Nyamuk ini juga suka tinggal di sampah atau tempat gelap. Kita harus selalu menutup tong sampah dan rutin membuang sampah untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk ini.

Selain itu, nyamuk  juga suka tinggal di bawah tempat tidur dan gorden. Daripada menggunakan obat nyamuk yang mengandung bahan kimia yang bisa saja memiliki efek samping terhadap kesehatan, pemilik rumah seharusnya mulai membersihkan area tersebut secara berkala.

Selain dari cara tersebut, kita juga sebaiknya rutin melakukan fogging sebulan sekali. Ajukan kepada pihak yang berwenang, seperti RT, RW, atau Kelurahan untuk melakukan fogging massal di lingkungan setempat.

Menjaga kebersihkan lingkungan dan berperilaku hidup bersih itu sudah kewajiban kita untuk melindungi diri dari penyakit, termasuk penyakit malaria. Segala sesuatunya dimulai dari hal kecil seperti pepatah mengatakan “lebih baik mencegah daripada mengobati”.

*Reporter : Kru-M33