Tikus adalah salah satu hewan yang paling umum ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk rumah, gudang, dan area pertanian.
Tikus merupakan vektor penting penyakit zoonosis yang menular ke manusia, antara lain melalui gigitan, kontak dengan kotoran dan air liurnya, serta makanan yang terkontaminasi.
Terdapat beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh tikus, yang sangat berbahaya bila menginfeksi manusia. Adapun beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus adalah sebagai berikut:
Yang pertama adalah penyakit Leptospirosis. Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan ditularkan melalui urine atau darah hewan terinfeksi, terutama tikus, ke manusia melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi, luka pada kulit, atau selaput lendir.
Yang kedua adalah Penyakit Pes (Bubonic Plague). Pes merupakan penyakit infeksi serius akibat bakteri Yersinia pestis yang menular dari hewan ke manusia, terutama melalui gigitan kutu tikus atau kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
Ketiga adalah penyakit Hanatavirus (Hanatavirus Pulmonary Syndrome). Hanatavirus merupakan penyakit paru-paru parah dan berpotensi fatal yang disebabkan oleh hantavirus, yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus rusa. Infeksi ini terjadi karena menghirup debu yang terkontaminasi virus dari air liur, urin, atau kotoran hewan pengerat.
Keempat adalah Tifus Murine yang dimana tikus dijadikan sebagai hewan inang utama bagi bakteri Rickettsia typhi. Penyakit ini menular kemanusia melalui gigitan kutu tikus atau kucing yang terinfeksi, terutama di daerah yang kurang bersih dan banyak hewan pengerat.
Kelima adalah penyakit Rat Bite Fever yang dimana penyakit ini disebabkan oleh dua jenis bakteri, yaitu Streptobacillus moniliformis dan Spirillum minus. Bakteri ini merupakan flora normal yang ada pada mulut hewan pengerat, dan infeksi pada manusia biasanya terjadi akibat gigitan, cakaran, atau penanganan hewan pengerat yang terinfeksi seperti tikus.
Keenam adalah penyakit Hemorrhagic fever with Renal Syndrome (HFRS) atau dapat dikatakan penyakit demam berdarah dengan ginjal yang merupakan penyakit Infeksi virus yang disebabkan oleh virus Hanatavirus dapat menular melalui urin, kotoran ataupun air liur dari binatang pengerat yang ternfeksi seperti tikus.
Dan yang terakhir adalah Infeksi kecacingan hal ini dapat terjadi ketika tikus yang terinfeksi mengeluarkan larva atau cacing parasite melauli fasesnya, seperti Capillaria hepatica.
Umumnya, penyakit Leptospirosis merupakan penyakit yang paling sering muncul di Indonesia dan menurut Badan Pusat Statistik Nasional (BPSN) tercatat 920 kasus dengan 122 kematian pada tahun 2019, dan hingga pertengahan tahun 2024 mencapai 367 kasus dengan 42 kematian. Dengan kasus terbanyak berada di Jawa Tengah dengan 198 kasus.
Angka sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi karena kasus sering tidak terdiagnosis. Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang umum di daerah tropis dengan sanitasi buruk, dan meningkat saat musim hujan dan banjir karena paparan urine tikus yang terinfeksi.
Tikus dapat menjadi vektor pembawa penyakit yang berbahaya bagi manusia. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan, serta mengendalikan populasi tikus di rumah atau lingkungan.
Penulis: Nur Salsabila Majid- Jurusan Kesehatan Lingkungan






