Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan, Poltekkes Laksanakan PKL Sistem IPE CP

oleh -446 views
Sosialisai Implementasi Interprofesional Education di Gedung Borneo Direktorat Poltekkes Kemenkes Makassar.

MAKASSAR, INTELLIGENT Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir Poltekkes Kemenkes Makassar (PKM) , tahun ini mengalami perubahan sistem menjadi PKL sistem Interprofessional Education (IPE) Colaborative Practice (CP) dengan tujuan dapat meningkatkan layanan kesehatan pada masyarakat.

Menurut World Health Organization (WHO), yang disebut sebagai IPE adalah ketika dua atau lebih mahasiswa kesehatan dari latar belakang disiplin ilmu yang berbeda belajar tentang, dari, dan dengan satu sama lain untuk menghasilkan kolaborasi yang efektif dan peningkatan outcome kesehatan.

Hal ini lah yang mendorong Poltekkes untuk menyempurnakan program PKL bagi mahasiswa agar mampu mempersiapkan lulusan yang siap bekerja dalam tim dan melakukan praktek kolaborasi dengan efektif.

Salah satu dosen yang membawakan sosialisasi program IPE CP, St.Nurul Fajriah, S.Ft, Physio, M.Kes mengatakan, jika dalam sebuah pelayanan kesehatan haruslah dilakukan kontribusi lebih dari satu profesi untuk mencegah kesalahan teknis dan malpraktek sehingga tercapai peningkatan kualitas kesehatan.

“Kalau yang dulu setiap jurusan melakukan PKL yang sifatnya homogen, nanti sifatnya heterogen, interprofesioanal. Jadi dlm satu kelompok (16-17 mahasiswa) itu ada semua jurusan di dalamnya,” ujarnya saat membawakan sosialisasi di Gedung Borneo PKM, Senin (21/01).

Dalam praktek kolaborasi juga dapat diuturunkan kejadian medical error oleh tenaga kesehatan karena dalam praktek kolaborasi seorang pasien mendapat pelayanan kesehatan secara komprehensif yang tentunya melalui tahapan diskusi bersama terlebih dahulu antara sesama tenaga kesehatan, keluarga, dan pasien.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu mahasiswa yang akan melaksanakan PKL, Abdul Fandir. Walaupun ini adalah pengalaman pertamanya untuk melakukan PKL, namun ia merasa bahwa praktek kolaborasi akan lebih efektif dibandingkan praktek homogen. “Semoga saja lebih baik dari sebelumnya,” harapnya.

 

 

 

 

Reporter : *Kru-Rdh