Telat Umumkan Penghapusan Kaji Etik, Tak Semua Dana Dikembalikan Polkesmas

oleh -
Nota Dinas tentang Penghapusan Kaji Etik

MAKASSAR, INTELLIGENT – Poltekkes Kemenkes Makassar pada 8 Juli 2020 menerbitkan Nota Dinas perihal penyampaian tentang kaji etik yang tidak diperlukan untuk literatur review dalam karya ilmiah mahasiswa D3 ataupun skripsi untuk mahasiswa D4.

Sementara itu, berdasarkan riset data yang dilakukan Litbang LPM Intelligent, sejumlah mahasiswa di semua Jurusan dan Program Studi Pare-pare Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) telah membayar biaya kaji etik sebesar Rp 50 ribu.

Setelah Polkesmas mengeluarkan Nota Dinas tentang Penghapusan Kaji Etik, pihak Kampus juga menerbitkan Nota Dinas perihal penyampaian kepada seluruh Ketua Jurusan dan Program Studi Pare-pare Poltekkes Kemenkes Makassar tentang Pengembalian Dana Kaji Etik pada 14 Juli 2020.

Namun, tak semua biaya kaji etik yang telah dibayar oleh mahasiswa Polkesmas dikembalikan pihak Kampus. Hal tersebut disampaikan Kabag Keuangan Polkesmas, Muh. Gazali, S.Sos, M.Kes. Ia mengatakan, pengembalian biaya kaji etik hanya berlaku bagi penelitian yang menggunakan tinjauan pustaka.

“Jadi tidak semua yah, kalau tinjauan pustaka itu kita kembalikan karena dia tidak menggunakan media toh, tapi kalau menggunakan media dan ada pasien kah atau lewat laboratorium, yah itu tetap bayar karena ada aturannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, mekanisme pengembalian dana kaji etik kepada mahasiswa Polkesmas tampaknya tidak dapat dilakukan melalui transfer ke masing-masing rekening mahasiswa sebab dibutuhkan biaya tambahan terkait hal tersebut.

“Kalau kita sih maunya di transfer dikembalikan ke rekening masing-masing kan, tapi kan ini beda-beda rekeningnya toh. Kalau BNI semua enak ji, dari kantor kan kita rekening BNI, kalau misalnya ada di BRI itu kan ada biayanya lagi,” terangnya, Jumat (17/07).

Penghapusan kaji etik dalam literatur review yang baru diumumkan Polkesmas setelah pembayaran biaya kaji etik oleh mahasiswa, menimbulkan rasa kecewa  di kalangan mahasiswa Polkesmas.

Salah satu mahasiswa tingkat akhir yang membayar dana kaji etik, Adam (bukan nama sebenarnya) menuturkan kekecewaannya terkait keterlambatan informasi tersebut sebab harus dihadapkan dengan pertanyaan dalam pengurusan kaji etik yang membutuhkan waktu dan ketelitian.

“Kalau kebijakan penghapusan sebenarnya menghasilkan sedikit rasa kesal, bingung, dan kecewa pastinya. Kenapa, karena terlepas dari masalah uang, pengurusan kode etik sebenarnya juga cukup memakan waktu dalam pengisiannya karena banyaknya pertanyaan dan membutuhkan ketelitian,” tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pengembalian dana kaji etik yang diberikan oleh Poltekkes Kemenkes Makassar kepada mahasiswa Polkesmas yang telah membayar biaya kaji etik sebesar Rp 50 ribu untuk penelitiannya.

*Reporter: Kru-M36