Proyek SKTT-PLN Paccerakkang Resahkan Pengguna Jalan

oleh -
Kondisi Jalan Paccerakkang yang macet akibat penutupan separuh badan jalan oleh Proyek SKTT-PLN di depan Kampus Jurusan Fisioterapi dan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Daya, Jumat (21/02)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Proyek Saluran Kabel Tegangan Tinggi Perusahaan Listrik Negara (SKTT-PLN) yang sedang dikerjakan di Jalan Paccerakkang, tepat di depan Kampus Jurusan Gizi dan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar (PKM) menimbulkan kemacetan panjang sejak awal pengerjaannya.

Galian kabel ( Underground cable ) milik PLN yang sudah lebih dari sepekan ini menimbulkan macet panjang dan meresahkan pengguna jalan termasuk mahasiswa Poltekkes itu sendiri. Arus lalu lintas yang sebelumnya telah relatif padat, diperparah dengan penutupan separuh badan jalan oleh proyek SKTT-PLN.

Kemacetan ini dipastikan akan terus terjadi hingga waktu yang belum dapat dipastikan sebab pihak humas dari proyek SKTT-PLN, Bartolomeaus Yushendra Purnawan tidak dapat menjanjikan proyek tersebut akan rampung tepat waktu dikarenakan struktur tanah yang tidak mendukung.

“Jadi pembangunan ini terkontrak langsung oleh PLN pusat, yang kontrak nya selesai dibulan april 2020, tetapi dikarenakan struktur tanah yang keras (batu cadas), pengeboran membutuhkan waktu yang lebih lama, kemungkinan akan dilakukan perpanjangan kontrak,” ucapnya ketika diwawancarai via online.

Namun, ia berjanji akan berusaha menyelesaikannya tepat waktu pada bulan April 2020 jika proses konstruksi membuat pengguna jalan dan masyarakat sekitar terganggu. “Untuk pekerjaan yang proses konstruksi nya mengganggu pengguna jalan dan masyarakat sekitar akan segera kami selesaikan di bulan april juga,” tuturnya.

Proyek yang sedang dalam masa pengerjaan ini terus menuai keluhan dari para pengguna jalan, utamanya mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Fisioterapi dan Gizi yang hampir setiap hari melintasi Jalan Paccerakkang untuk sampai ke kampusnya.

Tak terkecuali salah satu Mahasiswa Jurusan Fisioterapi PKM, Muhammad Nur Al Lutfi Heriyanto yang merasa terganggu dengan proyek SKTT-PLN karena membuat lalu lintas macet dan terkadang tidak ditemukan pekerja yang mengatur lalu lintas, sehingga membuat macet semakin parah.

“Menurutku proyek SKTT-PLN sangat mengganggu karena membuat macet dan tidak terlalu dijelaskan tujuan proyek tersebut. Terus proyek itu gak terlalu tanggung jawab karena biasa gak ada yang atur lalu lintasnya, jadi membuat lalu lintas jadi macet,” tungkasnya, Kamis (20/02).

*Reporter : Kru-M53