Harga Masker Meroket, Alfrida Monica : Masuk Lab Pakai Masker Kain

oleh -
Ilustrasi masker bercap mahal (Foto : bp-guide.id)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Dosen Pembimbing Laboratorium Kimia Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar, Alfrida Monica S, S.Si., M.Kes beranggapan, memakai masker kain bisa jadi solusi harga masker yang saat ini ramai dikeluhkan mahasiswa di jurusannya.

Ia memilih masker kain sebagai solusi sebab masker tersebut dapat dicuci, tidak seperti jenis masker biasanya yang digunakan hanya sekali pakai. Namun, masker kain yang telah dipakai di laboratorium tidak dianjurkan digunakan kembali sebab telah terkontaminasi bahan kimia.

“Solusinya itu mereka pakai masker kain, karena masker kain kan bisa dicuci, tapi mungkin ada syaratnya bahwa masker itu untuk di Laboratorium, kalau sudah dipakai di Laboratorium, jangan lagi dipakai,” tuturnya saat ditemui di Laboratorium Kimia, Kampus Farmasi PKM.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa Jurusan Farmasi mengeluhkan kenaikan harga masker yang merupakan salah satu kelengkapan wajib untuk digunakan di Laboratorium.

Salah satu mahasiswi baru Jurusan Farmasi, Hildayanti Sijaya memprotes mahalnya harga masker mempengaruhi kondisi ekonominya sebagai mahasiswa.

“Masker yang satu kali pakai, terus kalau setelah itu ya ndak dipakai mi lagi, otomatis beliki lagi baru, nah, kalau misalkan ada kenaikan harga akan berdampak ki ke ekonomi ta, apalagi kita mahasiswa,” ujarnya tegas, Selasa (18/02).

Sejak merebaknya penyebaran virus corona asal Wuhan, China, harga masker melonjak 5 hingga 10 kali lipat dari harga normalnya.

Seperti yang dialami Apotek K24 Cabang Cendrawasih, Makassar. Asisten Apoteker, Slamet Soborudi membeberkan harga masker yang dulunya dibanderol Rp33.000-35.000 per boks, naik ke harga Rp200.000-220.000 per boks.

“Dikarenakan hanya virus Corona di China, banyak yang pasien atau pelanggan-pelanggan yang langsung mentransfer ke sana atau biasanya komunitas-komunitas sebagai sumbangan kirim ke China,” tandasnya.

*Reporter : Kru-M18