D.IV Fisioterapi Kini Diambil Alih Prodi Profesi

oleh -
Spanduk visi misi yang berbeda dari masing-masing program studi di Jurusan Fisioterapi, Daya, Jumat (14/02).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Poltekkes Kemenkes Makassar mengawali tahun 2020 dengan membuka jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2020/2021. Namun, Program Studi (Prodi) Diploma IV (D.IV) Fisioterapi tidak tersedia di jalur PMDP tahun ini.

Penghapusan Prodi D.IV di jalur PMDP menimbulkan tanda tanya, sebab pada tahun sebelumnya, D.IV Fisioterapi dibuka di semua jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun Ajaran 2019/2020.

Menjawab hal tersebut, Kasubbag Kemahasiswaan, Manjilala mengklarifikasi bahwa peniadaan Prodi D.IV di jalur PMDP dilakukan setelah adanya keputusan D.IV Fisioterapi dihapuskan. Sementara itu, D.IV Fisioterapi tetap dibuka untuk jalur umum pada tahun ini karena jumlah kuota dan prodi terlanjur dikirim.

“Iya, harusnya tahun ini sudah tidak ada cuma kuota dan prodi sdh terlanjur terkirim ke Jakarta untuk SIMAMA maka yang di PMDP saja di hapus,” ujarnya ketika diwawancarai, Jumat (14/02).

Berbeda dengan D.IV Fisioterapi yang ditiadakan, Prodi Profesi Jalur SMA sederajat Jurusan Fisioterapi untuk pertama kalinya ikut andil di jalur PMDP tahun ini. Perubahan ini merupakan isyarat pengalihan D.IV Fisioterapi menjadi Profesi Fisioterapi.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Program Studi D.IV Fisioterapi, Sudaryanto Sst.Ft., M.Kes., M.Fis membeberkan bahwa pengalihan Prodi D.IV menjadi Profesi Jalur SMA sederajat merupakan bagian dari kebijakan pihak Poltekkes Kemenkes Makassar setelah mempertimbangkan ketidaksesuaian rasio dosen dan mahasiswa Jurusan Fisioterapi dengan ketetapan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

“Pangkalan Data Pendidikan Tinggi itu rasio dosen dan mahasiswa pada saat ini itu sudah melewati batas normal. Ya, jadi, dengan melihat itu Poltek memfokuskan pada satu Prodi, yaitu Pendidikan Profesi,” ungkapnya di ruangan Kaprodi D.IV Fisioterapi, Daya.

Senada dengan pernyataan Kaprodi D.IV Fisioterapi, Wadir III Poltekkes Kemenkes Makassar, Dr. H. Herman, S.Pd., M.Kes menjelaskan, pengalihan tersebut terjadi sebab status mahasiswa Prodi Profesi Jalur SMA sederajat pada dasarnya sama dengan Diploma IV.

“Oh cocokmi dia sudah tutup D.IV nya jadi dia masuk semua di profesi. Jadi, dia tidak terima itu karena dia bilang langsung saja profesi karena biar bagaimana akan lanjut profesi. Jadi, pelaporannya yang walaupun dia masuk di profesi tetap dilaporkan di ininya D.IV sebagai mahasiswa D.IV, nah selesai itu lanjut lagi ke profesinya,” tungkasnya.

*Reporter : Kru-M52