Pemulihan Iman Penuh Tangis dalam Prosesi Ibadah Pastoral Perayaan Paskah

oleh -443 views
Perayaan Paskah: Malam prosesi ibadah pastoral oleh Pdt. Samuel Rapa, S.Th Perayaan Paskah UKM PERMAKRIS PKM, Pelataran St Ignatius Grea Katolik, Sabtu, (04/05).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Unit Kegiatan Mahasiswa Persekutuan Mahasiswa Kristen Poltekkes Kemenkes Makassar (UKM PERMAKRIS PKM), mengadakan perayaan paskah yang sekaligus dirangkaikan dengan hari jadi UKM PERMAKRIS PKM yang ke –15 dirangkaikan kegiatan ibadah pastoral.

Kegiatan ini berlangsung di Kostrad Kariango Maros dilaksanakan selama dua hari. Dalam pelaksanaan yang terbilang singkat ini memberikan dampak besar bagi penyegaran iman yang meberikan kesan sakral dan suci. Pada malam pelaksanaan paskah diwarnai dengan  isak tangis puluhan mahasiswa kristen PKM saat prosesi ibadah pastoral berlangsung.

Ibadah Pastoral yang dipimpin oleh bapak Pdt. Samuel Rapa, S.Th mengungkapakan bahwa melalui ibadah pastoral ini para mahasiswa kristen dapat lebih memahami makna kasih kristus yang berkorban di atas kayu salib. Tampak jelas bahwa mahasiswa saat ini terlihat rindu akan jamahan roh kudus dan perlu bimbingan untuk bertumbuh dalam lawatan kasih roh kudus.

“Saat ibadah pastoral semalam, saya melihat kerinduan yang sangat besar dari adik-adik mahasiswa, mereka begitu menghayati dengan menangis dan berteriak menyerukan nama Yesus memohon pengampunan dosa kepada Allah Bapa, melihat beberapa respon adik-adik mahasiswa saya berharap mereka semua terus memperoleh bimbingan dalam bagaimana menghadapi pemulihan iman berkelanjutan” ungkapnya.

Iringan lagu “Karena Salib-Mu” disertai dengan beberapa kata-kata penghadiran oleh bapak pendeta yang menyentuh jiwa dan batin setiap peserta paskah. Selah seorang mahasiswa Arlin Batara mengungkapkan bahwa saat pendeta mulai menumpahkan berkat diatas kepalanya, ia merasakan seperti mendapatkan energi-energi positif yang membuat hati dan pikirannya tergerak secara tidak sadar memohon pengampunan Tuhan dan seketika juga menitikkan air mata.

“Saya seperti kesetrum, seperti ada yang masuk dalam jiwa saya dan membuat saya seketika menangis, seolah-olah ada suara Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa ia selalu mengampuni dosaku, dan saat itu juga saya menangis” ungkap mahasiswi jurusan keperawatan ini.

Usai ibadah pastoral berlangsung, seluruh peserta diinstruksikan untuk beristirahat lalu kemudian esok harinya kegiatan paskah berlanjut dengan games outbond dan pemotongan kue ulang tahun ukm permakris yang ke-15 kemudian dilanjutkan dengan ibadah penutup dan doa pulang.

*Reporter :Kru-M56-M53