Maraknya Senioritas, Mahasiswa Baru Alami Penganiayaan Setelah PKKMB

oleh -
Ilustrasi penganiayaan mahasiswa baru yang terjadi di Poltekkes Kemenkes Makassar, Selasa (12/07).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) baru-baru ini mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKBM) Tahun 2022 yang bertempat di Auditorium Polkesmas, Jln. Bendungan Bili-Bili, Selasa (12/07).

PKKMB yang seharusnya menjadi tempat bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dalam mengenai kampus tersebut, terutama mengenai akademik dan kegiatan kemahasiswaan yang ada. Pasalnya kegiatan pengenalan ini semestinya menjadi sebuah pembekalan bagi mahasiswa baru dan bukan menjadi ajang balas dendam oleh mahasiswa lama yang hanya akan menimbulkan dampak traumatis.

Namun sangat disayangkan, momen PKKMB yang seharusnya terlaksana sesuai dengan tupoksinya malah menjadi tragedi yang tidak diinginkan oleh sejumlah mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Makassar, dimana terjadi perpeloncoan selepas PKKMB ini dilaksanakan pada hari Selasa (12/07).

Perpeloncoan yang terjadi dilingkup kampus ini mengakibatkan sedikitnya 11 orang mengalami luka fisik serta trauma mendalam. Salah satu korban, Reno (bukan nama sebenarnya) menjelaskan kronologi perpeloncoan yang disertai penganiayaan dan tindak kekerasan. Reno mengatakan, ini bermula ketika mahasiswa selesai melaksanakan PKKMB dihari pertama.

Ia mengungkapkan selepas PKKMB hari pertama usai, Reno dan beberapa temannya diarahkan untuk berkumpul ke Foodcourt.

“Awalnya kami dikumpul oleh salah seorang senior didepan auditorium lalu setelah itu diarahkan ke foodcourt untuk bertemu dengan senior lainnya,” ungkap Reno dalam sambungan telepon kepada Kru Intelligent, Rabu, (13/07).

Setelah berkumpul di Foodcourt, Reno dan temannya kembali diarahkan menuju salah satu indekos yang terletak di sekitaran kampus.

“Kami dibonceng motor ke kost yang tak berpenghuni dan disana sudah ada beberapa orang yang menunggu,” tukasnya.

Reno juga menjelaskan bahwa sesampainya ia dan teman-temannya disalah satu indekost, salah seorang senior yang berada dilokasi yang sama seketika mengumpat dan melakukan kekerasan terhadap Reno dan teman-temannya.

“Waktu kami sudah sampai disalah satu rumah tiba-tiba salah satu senior berteriak dan mengatakan siapa yang mau ketemuan dan kami tak menjawab kemudian ia menampar kami,” ucap Reno.

Ia kemudian menampar dan juga memukul Reno dan temannya hingga dipaksa untuk mengaku siapa yang membocorkan pengumpulan maba di hari itu.

Berita pengumpulan maba di hari itu seketika menyebar, dan diketahui oleh pihak panitia PKKMB. Para senior tersebut kemudian naik pitam dan mengumpulkan ponsel Reno dan temannya.

Tak sampai disitu, Reno dan temannya kemudian dipaksa untuk menghisap sebuah rokok serta dicekoki minuman keras (miras) secara bergiliran. Perlu diketahui bahwa Reno dan temannya bukan merupakan perokok aktif.

“Kami disuruh menghisap rokok hingga asap keluar baru berhenti, jika belum keluar asap kita ditampar,” jelas Reno.

Lebih lanjut, senior tersebut mengancam Reno dan temannya jika mereka menolak maka mereka akan terus dipukul. Reno dan temannya menolak untuk meneguk minuman keras, tetapi para senior tersebut terus memaksa sembari memukul Reno dan temannya.

“Penghargaan ini, kalo tidak mauko saya tamparko itu,” ujar senior tersebut.

Tak hanya itu, para senior ini mencukur paksa rambut Reno dan temannya dengan gunting dan mesin cukur.

“Rambut kami dijambak terus digunting lalu ada juga menggunakan mesin cukur,” ucap Reno.

Ia pun menjelaskan bahwa sebelumnya mereka telah mengikuti aturan cukur rambut 4 centimeter yang telah ditetapkan panitia PKKMB.

Tak lama setelah Reno dan temannya dicukur paksa, salah seorang senior mengancam akan mengeluarkan Reno dan temannya jika mereka melapor ke pihak kampus.

“Kami diancam apabila melapor dipihak kampus, salah seorang senior mengatakan kami sangat gampang dikeluarkan dari kampus ini apabila kami ketahuan melapor karena senior tersebut mengaku panglima kampus 2014,” ujar Reno.

Reno mengatakan tindakan kekerasan dan penganiayaan tersebut dilakukan hingga pukul 5 sore.

Setelah itu, Reno dan temannya kemudian dipulangkan ke rumah dan indekostnya masing-masing. Sebelum pulang Reno dan temannya kemudian disuruh untuk datang kembali pada malam harinya, tetapi Reno dan temannya memilih untuk tidak datang.

Dalam kejadian itu, salah seorang mahasiswa baru yang mengalami cidera segera melaporkan tindakan penganiayaan tersebut bersama orang tuanya ke pihak Kepolisian.

Tak lama setelah itu, pihak Kepolisian kemudian menindaklanjuti laporan dan mengamankan 3 mahasiswa yang terlibat dalam penganiayaan itu.

Polisi mengamankan 3 orang mahasiswa aktif yang melakukan penganiayaan. Berdasarkan laporan korban, tindakan penganiayaan tersebut diikuti oleh beberapa senior dengan 4 orang yang melakukan kekerasan fisik dan beberapa lainnya hanya menonton kejadian tersebut.

Dampak dari penganiayaan tersebut, Reno dan temannya mengalami luka memar di bagian perut, dada, dan pipi. Kejadian tersebut mengakibatkan Reno dan temannya mengalami trauma fisik dan mental.

*Reporter: Kru 08