Mahasiswa Tuntut Kuota Internet, Wadir II Ajak Perbanyak Doa

oleh -
Ilustrasi platform kuota internet (Foto : katadata.co.id)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Setelah Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) memperpanjang pemberlakuan masa kuliah daring hingga 29 Mei 2020, sejumlah mahasiswa mengeluhkan penggunaan kuota internet yang berlebihan akibat pembelajaran daring.

Beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta telah memberikan subsidi kuota internet bagi mahasiswanya yang kuliah dari rumah. Hal itu dilakukan sesuai kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No: 302/E.E2/KR/2020 yang mengimbau perguruan tinggi untuk memberikan subsidi pulsa koneksi pembelajaran daring.

Namun, Poltekkes Kemenkes Makassar tampaknya menutup kemungkinan pemberlakuan kebijakan tersebut. Hal ini tercermin dari pernyataan Wakil Direktur II, Anshar, S.Pd., S.Ft., Physio., M.Kes. Ia mengimbau untuk memperbanyak doa agar bisa beraktivitas seperti sebelumnya.

“Lebih baik kita berdoa agar bisa kembali ke keadaan seperti sediakala. Agar kita semua dapat menjalankan tugas dan kewajiban kita seperti sediakala. Amin Ya Rabb,” ujarnya ketika diwawancara, Rabu (01/04).

Ia menambahkan bahwa kebijakan yang menyangkut keuangan Poltekkes Kemenkes Makassar akan dilaksanakan berdasarkan peraturan tentang keuangan yang dikeluarkan oleh pejabat Kementerian.

“Saya dan tim keuangan harus bekerja berdasarkan peraturan tentang keuangan. Kewajiban saya adalah menjalankan aturan tertulis yang dikeluarkan oleh pejabat dari kementerian ananda. Jawaban saya itu dulu ananda,” tuturnya.

Penggunaan kuota internet yang berlebih belakangan menimbulkan banyak keluhan ditengah mahasiswa Polkesmas. Beberapa diantaranya berharap Polkesmas mengadakan pemberian subsidi kuota internet bagi mahasiswa.

Seperti yang dirasakan salah satu mahasiswa D.III Jurusan Keperawatan Makassar, Roni (bukan nama sebenarnya). Ia mengharapkan pihak Poltekkes Kemenkes Makassar bisa memberikan subsidi kuota internet, terutama kepada mahasiswa yang kurang mampu.

“Banyak teman-temanku yang sangat kekurangan sekali untuk makan apalagi mau beli kuota  terus menerus. Jika kampus tidak bisa memberikan kuota gratis kepada seluruh mahasiswa, ada baiknya jika kampus memberikan kuota gratis tersebut kepada mahasiswa yang betul-betul kurang mampu,” harapnya.

*Reporter : Kru-M53