Mahasiswa Polkesmas Keluhkan Tarif UKT Naik

oleh -
Ilustrasi naiknya UKT di Polkesmas

Makassar, INTELLIGENT – Poltekkes Kemenkes Makassar (POLKESMAS) belum lama ini membuat perubahan terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk Mahasiswa Baru (Maba) jalur Mandiri, hal tersebut menuai keluhan dari beberapa mahasiswa.

Sebelumnya Polkesmas mengungkapkan bahwa tarif UKT sama untuk jalur Reguler, Alih Jenjang, Profesi, dan Mandiri tidak memiliki perbedaan. Namun, tarif UKT untuk jalur Mandiri mengalami perubahan setelah pendaftaran jalur mandiri ditutup.

Seperti yang diungkap oleh salah satu calon mahasiswa baru yang mengatakan tidak menduga jika akan ada perubahan tarif UKT yang mendadak.

Hal ini diungkap langsung oleh Pendaftar jalur mandiri yang lolos sampai tahap seleksi portofolio, Nur Azizah Zochrah Yusran ia mengungkapkan bahwa perubahan tarif UKT ini tidak di duga-duga apalagi dengan perubahan yang sangat tinggi

“Perubahan UKT yang ada sekarang agak tinggi, karena perbedaannya lumayan jauh juga dari perkiraan sebelumnya, jadi mungkin agak sedikit kaget juga waktu pas keluar UKTnya,” ungkapnya

Sementara itu, beberapa tanggapan dari mahasiswa yang merasa perubahan UKT ini tidak rasional dan berharap UKT dapat kembali seperti sebelumnya.

Hal ini diungkap oleh salah satu mahasiswa jurusan kesehatan lingkungan Muhammad Syukur Abdullah Jufri, ia mengatakan perubahan UKT di saat pandemi ini membuat para orang tua mahasiswa keberatan dan semoga UKT bisa kembali seperti awal.

“Disaat pandemi seperti ini mungkin para orang tua mahasiswa akan keberatan dengan kenaikan UKT tersebut , hal ini di karenakan pandemi sangat berdampak terhadap pendapatan orang tua, Kami memohon untuk mengembalikan UKT keawalnya,” ungkapnya.

Keluhan lain disampaikan langsung oleh mahasiswa Putri (bukan nama sebenarnya) mengenai perubahan tarif UKT yang tidak rasional.

“Kenaikan tarif UKT ditengah pandemi ini sangat irasional, dimana perekonomian semakin lesuh, kampus malah menaikkan tarif UKT secara sepihak dan Pendidikan semakin diprivatisasi,”

Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak direktorat terkait hal ini. Pesan yang dilayangkan kepada Wakil Direktur (Wadir 2) oleh kru LPM Intelligent tidak mendapat balasan oleh beliau.

*Reporter: Kru M-26