Listrik Sekret UKM di Padamkan Sepihak Oleh Direktorat

oleh
Suasana rapat tanpa listrik salah satu UKM, Rabu (23/11/2016).


MAKASSAR, INTELLIGENT – Mahasiswa yang berorganisasi di UKM tingkat Direktorat keluhkan kondisi sekret yang lampunya dipadamkan secara sepihak oleh pihak Birokrat Kampus. Banyak dari mereka berpendapat bahwa dengan pemadaman ini jalannya kegiatan-kegiatan harian jadi terganggu.
“Terkait masalah ini sebenarnya bagi saya tidak masalah cuman ini sedikit menyusahkan kita Mahasiswa yang berorganisasi, sebab kalau kita rapat tidak dapat penerangan. Toh juga kalo kita rapat tidak sebentar jadi kami meminta untuk lampu dinyalakan kembali sehingga rapat kami tidak terganggu, agar bapak dapat mengerti,” keluh Baso yang enggan disebutkan organisasinya.
Selain itu Bacce juga mengutarakan pendapatnya
“Kalau misalnya orang mau rapat, kita rapat di dalam kegelapan, otomatis jika ada hal-hal penting yang ingin dicatat akan terhambat dan sangat mengganggu,” katanya.
Kepala Urusan Perlengkapan H. Anwar pun menanggapi persoalan tersebut.
“Saya sengaja matikan lampu karena Mahasiswa, kalau selesai berkegiatan terkadang lampu dan kipasnya menyalah terus,” ungkapnya.
Mengenai tanggapan tersebut salah satu aktor Organisasi, Lee pun angkat bicara
“Semua yang berkaitan dengan Lembaga dan Institusi ada benar dan salahnya, ini mengenai listrik. Itu semua kan berasal dari dana Mahasiswa hanya saja ini cuman masalah komunikasi, caranya supaya ada memperkasai antar kedua belah pihak. Kemudian solusi yang setiap selesai berkegiatan harus di foto, jadi bagaimana jika nanti kalau setiap hari berkegiatan mungkin terlalu memberatkan ke dua belah pihak. Mahasiswa setiap hari sibuk foto lampu lalu pak Anwar setiap hari menerima foto, jadi kalo saya solusinya ada sistem kepercayaan antara kedua belah pihak cuma harus formal kan dari Mahasiswa untuk Mahasiswa,” tanggapannya Rabu (23/11/2016) kemarin.
Aktor Organisasi lainnya yang tidak ingin disebut namanya ini juga mengutarakan pendapatnya
“Alasan dari pihak Institusi Kampus itu benar, tapi timbul pertanyaan seperti ini ketika hal itu diambil patokan , bahwa sudah banyak organisasi mahasiswa yang melakukan itu. lampu dan kipasnya tidak dimatikan. sebagai alasan lampu setiap UKM ini dimatikan oleh pihak Rektorat, setelah pelantikan itu sudah berlangsung lama sekali cuman tidak dijawab oleh ibu Fatma sendiri, ini masih kami klarifikasi dan dipertanyakan. Ini alasannya kenapa? dan kita harap kepada Rektorat buat rapat konsolidasi untuk menyatukan persepsi kita supaya yang direkomendasikan surat perjanjian secara tertulis tidak semena-mena hanya keluar dari pihak Rektorat saja, tapi aturan ini bisa kita buat bersama, kalaupun nantinya tidak ada perjanjian secara tertulis ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan antara Rektorat dan Mahasiswa”.
*Reporter :Kru-0