Lestarikan Alam, UKM Mahacitaka Tanam 2200 Bibit Mangrove

oleh -
UKM Mahacitaka PKM saat melakukan penanaman bibit mangrove di pinggir pantai Dusun Puntondo, Kabupaten Takalar, Minggu (24/11).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Unit Kegiatan Mahasiswa Kesehatan Pecinta Alam Lingkungan Hidup (UKM Mahacitaka) Poltekkes Kemenkes Makassar (PKM) melakukan penanaman 2200 bibit mangrove di bibir pantai Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kabupaten Takalar.

Hutan mangrove atau yang lebih dikenal dengan hutan bakau adalah golongan tanaman yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut.

Selain jenisnya yang memang cocok hidup di pinggir pantai, tumbuhan mangrove juga memiliki banyak manfaat dan peranan penting bagi kehidupan para penduduk pesisir.

Ketua panitia, Marniche Datu Paillin menjelaskan, bibit mangrove ini nantinya akan berfungsi mencegah terjadinya intrusi air laut, mencegah erosi dan mencegah abrasi pantai. Selain itu, mangrove juga dapat menjadi tempat hidup berbagai jenis satwa laut, sehingga nantinya dapat meningkatkan ekosistem warga.

“Jadi tanaman mangrove itu sangat banyak manfaatnya bagi penduduk pesisir, karena kita tau erosi dan abrasi itu sangat merusak pemukiman,” ujarnya saat dimintai keterangan, Minggu (24/11).

Para warga sangat mengapresiasi kegiatan penanaman bibit ini. Mereka berharap, 2200 bibit yang telah ditanam ini, selain dapat mencegah bencana alam, juga dapat memudahkan mata pencaharian warga pesisir khususnya para nelayan.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dusun Puntondo, Ijar Daeng Jarre. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi warga yang hidup di daerah pesisir. Ia berharap bibit yang ditanam kali ini akan membantu memudahkan Warga Puntondo dikemudian hari.

“Alhamdulillah, kerja-kerja hari ini yang ada disini, semoga bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.

*Reporter: Kru-M37