Gagal Dalam Jalur PMDP 2017, Tak Patahkan Semangat Gadis Ini

oleh
MAKASSAR, INTELLIGENT – Masuk ke Perguruan Tinggi dan memilih jurusan favorit adalah dambaan hati setiap orang. Orang Berlomba-lomba untuk masuk ke Perguruan Tinggi dan jurusan sesuai keinginan mereka. 
Terlebih mahasiswi baru yang satu ini. Namanya Sri Wahyuni, akrab di sapa Sri. Bercita-cita sebagai seorang Ahli Gizi menjadi motivasi tersendiri bagi perempuan berdarah bugis barru ini untuk mendaftar di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Makassar. 
Doa dan dorongan dari orang tuanya lah yang menambah semangat Sri untuk mendaftar di kampus Politeknik Kesehatan Makassar. 
Dengan penuh semangat dan keyakinan Ia pun memulai babak baru untuk mendaftar di kampus yang ia inginkan. Dimulai dengan mengumpulkan berkas dan syarat yang di butuhkan pada saat pendaftaran Jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) 2017. Alhasil, perjuangannya tak sia-sia, Ia berhasil lulus seleksi berkas pada jalur PMDP 2017. 
Lulus seleksi berkas membuatnya sangat senang. Ia semakin yakin akan lulus pada tahapan selanjutnya. Namun,  sayang seribu sayang takdir berkata lain. pada tahap tes wawancara,  sri tidak sempat hadir. Pasalnya tes wawancara bertepatan dengan tes yang ia ikuti di tempat lain.
”Sedikit kecewa, saya telah menyianyiakan kesempatan, sementara banyak orang yang ingin lulus  tahap seleksi berkas tetapi tidak lulus,” kata sri, perempuan asal barru, Kamis 20 Juli 2017. 
Meski gagal dalam jalur PMDP 2017 tak mematahkan semangat dan pendirian sri untuk kembali mendaftar dan berjuang seorang diri di Jalur umum 2017. 
Senyum bahagia sekali lagi menghiasi wajahnya tatkala melihat namanya menjadi salah satu mahasiswi yang berhak mengikuti pendidikan di Politeknik Mesehatan Makassar.
Hal ini membuat Sri sangat senang dan bahagia. 
”Awalnya saya malu kembali mendaftar karena saya satu-satunya siswa dari sekolah saya yang kembali mengikuti seleksi tes tulis. Tetapi, alhamdulillah saya berhasil lulus menjadi salah satu mahasiswa baru jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Makassar,” tungkasnya.

*Reporter : Ainul Mardhia Maulia