Wajibkan Rapid Test, Wadir 2: Tak Ada Dana

oleh -
Ilustrasi mahasiswa yang kesulitan dana untuk test rapid

MAKASSAR, INTELLIGENT – Sejumlah jurusan di Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) akan mengadakan praktikum secara Luar Jaringan (Luring). Mahasiswa yang mengikuti kegiatan praktikum yang digelar secara luring ini diwajibkan untuk membawa hasil rapid test antigen sebagai persyaratan.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjamin mahasiswa tersebut tidak terjangkit dan tidak membawa virus Covid-19 saat melakukan praktikum di Kampus. Namun, test rapid antigen ini tidak memiliki dana dari pihak kampus.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Wakil Direktur (Wadir) II Polkesmas, Ansar, S. Pd., S. Ft. Physio., M. Kes bahwa pihak kampus tidak memiliki dana untuk memfasilitasi test rapid antigen untuk seluruh jurusan yang ada di Polkesmas.

“Tidak ada nak dan mohon ini ananda bertanya ke pihak kampus yang ananda katakan membuat peraturan tersebut supaya jelas,” ungkapnya kepada Kru LPM Intelligent.

Disisi lain, mahasiswa disejumlah jurusan merasa keberatan dengan diadakannya test rapid antigen untuk memenuhi persyaratan memasuki praktikum. Mahasiswa juga merasa test rapid antigen ini mengeluarkan biaya yang cukup banyak.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu mahasiswa Jurusan DIII Keperawatan, Indra. Ia menyampaikan bahwa rapid bagus dilakukan bagi mahasiswa namun hal ini akan menambah biaya mahasiswa dan berharap hal ini bisa ditindaklanjuti.

“Akan tetapi bagus ji juga karna ada kejelasan terkait layak dan tidaknya kita mengikuti aktivitas di kampus, akan tetapi kenapa harus diadakan apalagi kalau mau rapid harus menambah budget pembayarannya,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkap oleh mahasiswa Jurusan DIV Farmasi, Arfandi Asfar. Ia mengungkap bahwa membawa hasil rapid test antigen sebelum kegiatan praktikum tidaklah menjadi permasalahan, namun biaya menjadi permasalahan utama untuk hal ini.

“Iya kami tau dari jurusan kami sudah menyiapkan klinik yang biaya tes rapidnya murah. Cuma kami sebagai mahasiswa masih keberatan dengan diadakannya biaya untuk RAG ini. Kenapa dari birokrasi kampus tidak menggunakan uang UKT kami,” ujarnya (11/4).

*Reporter: Kru M-26