Unjuk Rasa, Aliansi Mahasiswa Makassar Tuntut Pendidikan Gratis

oleh -
Unjuk rasa Aliansi Makar di flyover Jl. Urip Sumoharjo, Jumat (03/07). (Foto: Aliansi Makar)

MAKASSAR, INTELLIGENT Р Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar (Makar) menggelar unjuk rasa menuntut penggratisan biaya pendidikan selama pandemi COVID-19 di bawah flyover Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (03/07).

Tuntutan pendidikan gratis dilayangkan Aliansi Makar akibat krisis ekonomi yang terjadi di tengah pandemi COVID-19. Sejumlah mahasiswa ikut terdampak krisis tersebut melalui Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun pengurangan jam kerja yang dialami keluarga mahasiswa.

Hal tersebut diungkapkan salah satu massa aksi unjuk rasa, Freedy. Ia mengatakan bahwa pemberian keringanan biaya kuliah berupa pemotongan sebesar 50% kepada mahasiswa tidak akan merugikan pihak kampus.

“Banyak orang tua yang dipecat bahkan pengurangan jam kerja, yah melihat realita dan keadaan yang ada, kalau misalkan potong 50% semuanya, tetap ji hidup, tidak bangkrut ji itu kampus, bahkan mungkin ada beberapa dana-dana yang kita tidak tau masuk,” ungkapnya.

Unjuk rasa ini merupakan bentuk protes kepada pemerintah dan birokrasi kampus yang hingga saat ini belum menerbitkan kebijakan terkait keringanan uang kuliah hingga menggratiskan biaya pendidikan di masa pandemi.

“Yah untuk mendesak pemerintah terkait untuk mengeluarkan kebijakan yang radikal sama birokrasi masing-masing kampus baik itu PTN maupun PTS agar tidak seenaknya,” lanjut Freedy ketika diwawancarai oleh Kru Intelligent.

Sementara itu, Freedy juga menjelaskan bahwa Aliansi Mahasiswa Makassar ini terdiri dari mahasiswa yang membawa nama individu, aliansi maupun kelembagaan yang memiliki satu tujuan untuk mencapai kepentingan bersama.

“Aliansi Makar ini terdiri dari kelembagaan-kelembagaan mahasiswa terus aliansi-aliansi bahkan individu-individu yang mempunyai satu tujuan, jadi punya keresahan bersama dan bergerak bersama untuk kepentingan bersama,” jelasnya

*Reporter: Kru-M25