Ukir Prestasi, Nuraqilah Awal Wakili Polkesmas di Tingkat Nasional

oleh -

MAKASSAR, INTELLIGENT-  Mahasiswa dari jurusan gizi Nuraqilah Awal, kembali mengukir prestasinya sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dengan inovasi cookies bebas gluten dan kasien dengan penggunaan tepung daun kelor untuk anak autisme.

Inovasi ini terinspirasi dari salah satu penjelasan dosen jurusan gizi mengenai kebutuhan nutrisi khusus yang dibutuhkan oleh anak autisme diakibatkan tidak bisanya mereka mengkonsumsi gluten.

Ia pun mengungkapkan akibat dari inspirasi tersebut ia menyusun tugas proposal untuk bahan skripsi dan menjadi bahan untuk lomba Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional ini.

“Jadi, sebenarnya ide ini sudah muncul dari semester 1 saya kuliah di jurusan gizi. Karena,  terinspirasi dari kuliah dosen saya, jadi terlepas dari pandemi covid, saya tetap akan mengangkat ide ini, baik untuk skripsi maupun lomba saya,” ujarnya saat di wawancarai pada Selasa (03/08)

Ia juga mengatakan bahwa sejak tahun 2020 kemarin ia telah dipilih menjadi perwakilan dari jurusan gizi untuk seleski MAWAPRES. Namun, terhambat karena covid-19 dan beberapa alasan lainnya. Pada tahun ini ia ditunjuk kembali mewakili Poltekkes Kemenkes Makassar ditingkat nasional.

“Awalnya, sejak tahun 2020 kemarin saya dipilih jadi perwakilan dari jurusan gizi untuk seleksi mawapres, tapi tiba tiba terhambat karena beberapa alasan seperti covid dan lain-lain. Jadi pada tahun ini, saya ditunjuk lagi untuk mewakili jurusan gizi. Dan setelah itu saya menyusun naskah produk inovatif ini, menguji coba produk ini,” Ucapnya.

Selain itu, Daya Tarik terbesar produk ini adalah dari segi tujuannya. Dimana, produk ini dipusatkan untuk anak-anak autisme maupuan orang-orang yang memiliki alergi terhadap protein gluten. Karena, saat ini produk bebas gluten dan kasein masih sulit ditemukan dikalangan masyrakat kita.

” Daya tarik terbesar dari cookies tentunya dari segi tujuan produk ini dibuat yaitu untuk anak anak autisme, karena saat ini produk cookies yang bebas gluten dan kasein masih sulit untuk ditemukan di kalangan masyarakat kita.” Ujarnya.

*Reporter: Kru M-33