Tolak Reklamasi MNP, Nelayan dan Perempuan Pesisir Tuntut Pemulihan Hak

oleh -
Orasi aksi nelayan menolak reklamasi Makassar New port (MNP) Selasa (23/03)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Sejumlah nelayan tradisional dan perempuan pesisir menuntut penghentian pembangunan reklamasi Makassar New Port di Kawasan Proyek Makassar New Port (MNP), Jln. Sultan Abdullah Raya Makassar, Selasa (23/03).

Hal ini merupakan buntut dari pembangunan Makassar New Port yang membuat nelayan tradisional (Galangan, Kariba’nusu, dan wala-walaya) di kelurahan Tallo, kelurahan Buloa dan kelurahan Cambaya serta perempuan pesisir terdampak kerugian ekonomi dan perampasan ruang hidup.

Humas aksi dari Solidaritas Perempuan Anging Mammiri Aniek, mengungkapkan bahwa, kerugian ekonomi dan ekologis yang ditimbulkan akibat adanya proyek reklamasi MNP membuat sumber penghidupan nelayan yang berasal dari laut, kini mulai hilang.

“Nelayan dan perempuan pesisir menuntut pemulihan hak ekonomi yang ditimbulkan sejak adanya proyek reklamasi MNP, pemulihan atas kerusakan lingkungan di laut juga penghentian pembangunan MNP,” tuturnya saat diwawancarai kru Intelligent via whatsapp.

Ia pun menambahkan bahwa tak hanya kerugian ekonomi dan ekologis yang dialami nelayan dan perempuan pesisir tapi juga tidak adanya pengakuan identitas politik perempuan nelayan di sektor kelautan dan perikanan.

“Pemerintah dan perusahaan harus patuh pada peraturan tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan. Selain itu harus patuh pada prinsip-prinsip kesetaraan sebagaimana UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam,” jelasnya.

Usai melakukan orasi secara bergiliran, pihak perusahaan kemudian menemui nelayan, bahwa nelayan dan organisasi pendamping (Solidaritas Perempuan Anging Mammiri) akan dipertemukan dengan pimpinan PT Pelindo IV Cabang Makassar.

“Kedepannya, nelayan dan perempuan pesisir akan terus menyuarakan dan mendesak tuntutannya kepada pemerintah pusat dan daerah serta pihak perusahaan (PT Pelindo IV),” tutupnya.

*Reporter: Kru 02