Tolak Adanya Eksekusi, Aliansi Bara-baraya Bersatu: Hargai Proses Hukum

oleh -
Aksi demonstrasi perlawanan warga Bara-baraya mempertahankan tanah dan ruang hidupnya melawan penggusuran yang diselenggarakan di depan Pengadilan Negeri Makassar, Jln. R.A Kartini, Selasa (31/05).

MAKASSAR, INTELLIGENT — Perlawanan warga Bara-baraya mempertahankan tanah dan ruang hidupnya melawan penggusuran dalam aksi demonstrasi yang diselenggarakan di depan Pengadilan Negeri Makassar, Jln. R.A Kartini, Selasa (31/05).

Aksi pada hari ini beriringan dengan adanya proses annmaning (penyampaian himbauan untuk mengosongkan tanah) di Pengadilan Negeri Makassar. Pertemuan annmaning menjadi proses penting yang dapat menjadi penentu atas kelanjutan ataupun penghentian eksekusi lahan warga barabaraya.

Warga bara-baraya merasa kecewa terhadap Ketua Pengadilan Negeri Makassar yang menerima permohonan eksekusi dari pihak penggugat. Padahal Majelis Hakim PN Makassar sendiri yang memenangkan warga Bara-baraya pada peradilan tingkat pertama berdasar fakta-fakta yang terungkap. Dimana Majelis Hakim PN Makassar menemukan fakta-fakta persidangan bahwa batas-batas objek sengketa tidak jelas, serta gugatan penggugat kurang pihak karena tidak menarik pihak yang seharusnya digugat ke dalam gugatannya.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Heri selaku Humas Aliansi, ia merasa terkejut dan kecewa kepada pihak Pengadilan Negeri Makassar yang dianggapnya mengambil kebijakan tanpa mempertimbangkan fakta hukum yang terungkap dengan menerima permohonan eksekusi penggugat.

“Kami merasa terkejut dan kecewa kepada PN Makassar yang menerima permohonan eksekusi penggugat. Mengingat dalam perkara ini terungkap fakta hukum bahwa batas-batas objek sengketa tidak jelas dan masih banyak pihak yang tidak digugat sehingga akan turut digusur apabila eksekusi terjadi,” pungkasnya kepada kru Intelligent.

Disisi lain dengan adanya upaya hukum Pengajuan Kembali (PK) yang sedang ditempuh warga Bara-baraya saat ini. Ia meminta untuk semua pihak yang terlibat dalam perkara ini untuk menahan diri dan menghargai proses hukum yang saat ini masih berjalan.

“Warga Bara-baraya saat ini sedang menempuh upaya hukum Pengajuan Kembali. Oleh karena itu, kami meminta semua pihak dalam perkara ini untuk menahan diri dan menghargai proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa yang menjadi target Aliansi Bara-baraya Bersatu yaitu perkara ini diperiksa hakim secara objektif dan teliti. Menurutnya, majelis hakim tingkat Pengadilan Tinggi (PT) dan Mahkamah Agung (MA) mengabaikan fakta-fakta persidangan serta mengabaikan keputusan inkracht sebelumnya.

“Menurut pendapat kami, majelis hakim tingkat PT maupun MA mengabaikan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, bahkan mengabaikan putusan inkracht sebelumnya yang menyatakan Akta Jual Beli warga harus digugat. Oleh karena itu, dalam PK ini, hakim harus memeriksa dan mempertimbangkan itu,” tutupnya.

Demi mendapatkan keadilan dan agar warga dapat mempertahankan tanah sebagai haknya yang sah sesuai akta jual beli. Maka adapun 4 tuntutan yang diperjuangkan Aliansi Bara-baraya Bersatu sebagai berikut ;

1. Tidak ada eksekusi selama upaya hukum berjalan.

2. Wujudkan peradilan bersih.

3. Berantas mafia tanah dan peradilan.

4. Stop intimidasi dan intervensi militer.

*Reporter: Kru 02