Surat Edaran Keluar, Mahasiswa Tertindas

oleh
Penindasan hak mahasiswa


MAKASSAR, INTELLIGENT – Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar (PKM) telah mengeluarkan surat edaran yang berisikan bahwa Keluarga Mahasiswa Politeknik Kesehatan Makassar (KEMA PKM), harus memiliki IPK 3.00 .

Terkait kabar adanya surat edaran yang dikeluarkan atas kebijakan direktorat ini, pelantikan KEMA PKM masih menunggu keputusan dari pihak direktorat.

Beberapa mahasiswa dan para dosen yang menilai positif dan negatif terhadap surat edaran bagi KEMA PKM Poltekkes Makassar.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Jurusan Gizi, Mustamin, Bahwa terkait surat edaran yang diwajibkan semua mahasiswa yang ikut berperan dalam UKM memiliki IPK 3,00 serta Menyetujui terkait surat edaran dengan berisikan berbagai kriteria yang telah dikeluarkan oleh pihak direktorat, agar peraturan ini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi bagi mahasiswa yang ingin berperan dalam organisasi KEMA PKM Poltekkes Makassar.

“ingin jadi anggota itu jangan ada yang tersangkut, maka IPK harus diperbaiki dan benar – benar menuntut ilmu dalam akademik,” ujar Mustamin saat dimintai keterangan oleh reporter LPM Intelligent.

Sementara dari Ketua UKM Permakris beranggapan bahwa, Surat edaran jika dilihat dari sisi positifnya wajar saja sedangkan dari sisi negatifnya sekan – akan surat edaran ini membatasi mahasiswa untuk berkreativitas dilingkup organisas. 

“kebanyakan ilmu yang tidak didpatkan dibangku perkuliahan bisa didapatkan di organisasi itu sendiri,” kata Ketua UKM Permakris.

UKM Permakris memiliki anggota yang IPK nya tidak mencapai 3,00, Ia menambahkan, 

“Kami sudah membicarakan dengan anggota permakris, akan menolak surat edaran tersebut, karena teman – teman yang memiliki IPK dibawah 3,00 dapat membatasi langkah anggota dalam mengembangkan kreativitas mereka,” tambah ketua UKM Permakris disela waktu wawancara.

UKM Permakris memberi saran kepada pihak direktorat, agar surat edaran ini dihapuskan saja karena membuat mahasiswa hanya fokus pada bidang akademik saja.

Sedangkan tanggapan dari Ketua HMJ Keperawatan Gigi senada dengan tanggapan dari Ketua UKM Permakris seperti yang dijelaskan pada komentar diatas.

Hal ini menimbulkan polemik dikalangan mahasiswa, dimana sebagian besar mahasiswa Poltekkes Makassar merupakan organisatoris dan beberapa dari mereka tidak memiliki IPK 3,00 sehingga mereka menganggap surat edaran ini sama saja membatasi mahasiswa untuk mengembangkan kreatifitas dan potensi yang dimiliki.

Tanggapan terakhir kami kutip dari salah satu mahasiswa jurusan Fisioterapi, Fitriah Nurul Fatimah, bahwa “Saya kurang setuju dengan adanya surat edaran dari pihak direktorat, karena dari direktorat sendiri belum memberikan alasan jelas terkait keluarnya surat edaran ini”, ungkapnya .

Ketua HMJ Fisioterapi, Abdul Rachman, mengatakan bahwa tidak menyetujui tentang kelaurnya surat edaran yang diperuntukkan bagi Keluarga Mahasiswa Politeknik Kesehatan Makassar (KEMA PKM).

Setelah beberapa keterangan yang kami terima dari mahasiswa dan dosen terkait keluarnya surat edaran ini, bahwa dari kalangan mahasiswa sendiri tidak menyetujui, akan tetapi dari pihak dosen mendukung atas surat edaran yang dikeluarkan pihak direktorat.



*Reporter :(tim).