Semangat Kuliah Walau Banjir Menghadang

oleh -715 views
Kondisi jalanan Kota Makassar saat bencana banjir melanda.

MAKASSAR, INTELLIGENT – Pagi itu langit tampak begitu gelap. Angin berhembus sangat kencang. Beberapa toko klontong memilih menutup kedainya.

Rintikan hujan jatuh membasahi tanah. Semakin lama semakin lebat. Kemudian turun dengan deras diiringi petir yang menggemuruh. Langit tampak begitu hitam dan sesekali terlihat kilatan petir.

Selama 3 hari lamanya hujan terus mengguyur Makassar. Alhasil, terjadilah banjir yang merendam jalan hingga rumah warga.

Aktivitas yang biasa dilakukan sehari hari seketika lumpuh karena banjir yang melanda. Tak ada yang dapat dilakukan selain menunggu surutnya luapan air.

Beberapa pengguna sepeda motor nekat menerobos jalan yang telah terendam banjir. Akhirnya kendaraan mereka mogok di tengah jalan dan terpaksa melanjutkan perjalanan dengan menuntun motor mereka menyusuri sepanjang jalanan berair.

Intensitas tinggi dari curah hujan disertai angin kencang mendatangkan banjir di berbagai daerah. Hingga saat ini tercatat 53 kecamatan di 9 kabupaten/kota di Sulawesi selatan yang telah terendam. Salah satunya perumahan BTP di Kota Makassar.

Debit air yang tinggi sukses merendam kawasan langganan banjir tersebut. Tak hanya merendam jalan di perumahan BTP saja, air juga menghempas masuk ke dalam rumah rumah penduduk.

“Depan kost ku yg akses jalanan toh ndak bisa mi dilewati roda dua, tinggi nya itu (banjir) diatas lutut,” kata Muh Farhan Al Ghozzy, seorang warga perumahan BTP, Makassar, Rabu (23/01).

Meski begitu, Farhan yang statusnya adalah Mahasiswa masih berjuang agar dapat sampai ke kampus nya, Poltekkes Kemenkes Makassar (PKM). Ia berjalan hampir 1 kilometer jauhnya untuk dapat sampai ke jalan poros, dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa ojek online.

Karena takut basah, akhirnya seragam kuliah ia masukkan ke dalam tas sedangkan dirinya hanya menggunakan celana pendek untuk menyusuri jalanan banjir yang ketinggiannya kurang lebih setengah meter.

“Jalanka sampai di depan jalan poros, itu baju kuliah ku kasi masuk di tas, baru saya celana pendek ka,” tuturnya.

Farhan juga menceritakan kondisi barang dirumahnya yang tak lagi sempat diselamatkan. Ia hanya bisa pasrah oleh banjir yang datang Tiba-tiba dan dengan cepat menenggelamkan barang barang di dapurnya.

“Barang barang di kost ku yang di dapur, mengapung mi. Pokonya keadaan dapur kacau,” tambahnya.

Tak sedikit warga yang terpaksa mengungsi karena banjir di rumahnya yang tak lekas surut. Beruntung bagi Farhan, air di rumahnya sudah mulai surut sehingga ia tak perlu mengungsi ke tempat lain.

Farhan dan warga lainnya hanya dapat berharap agar pihak pemerintah melakukan perbaikan, pemeliharaan dan bahkan memperbanyak drainase yang dapat membantu menanggulangi kejadian seperti ini di kemudian hari.

 

 

Reporter : *Kru-Rdh-Aly-Myl