NLR Indonesia Gandeng Media Dalam Kampanye Hapus Stigma dan Diskriminasi Kusta

oleh -
Netherlands Leprosy Relief (NLR) Indonesia bersama Kantor Berita Radio (KBR) menggelar media gathering dengan topik "Stigma dan Mental Wellbeing pada Kusta" secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan siaran Live YouTube KBR dan NLR Indonesia, Selasa (23/08)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Netherlands Leprosy Relief (NLR) Indonesia bersama Kantor Berita Radio (KBR) menggelar media gathering dengan topik “Stigma dan Mental Wellbeing pada Kusta”. Kegiatan ini dilakukan guna mengampanyekan informasi yang benar tentang kusta melalui media demi mengatasi hoaks, mitos dan stigma seputar kusta yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan siaran Live YouTube KBR dan NLR Indonesia, Selasa (23/08).

Dalam kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang menjelaskan peran media dalam menyebarluaskan informasi yang benar seputar kusta, yakni Communications Officer NLR Indonesia Paulan Aji, Praktisi Media Achmad Mutiul Alim dan dari Yayasan Satu Jalan Bersama/ Kelompok Mahasiswa Peduli Kusta Nadhila Beladina.

Project Officer Suara untuk Indonesia Bebas Kusta (SUKA), Fanny Rachma dalam sambutannya menyampaikan pentingnya keberadaan media sebagai penyalur informasi yang valid dan inklusif dalam penghapusan stigma dan diskriminasi pada kusta.

“Media diharapkan mampu menuangkan informasi kusta yang valid dan inklusif dengan kaidah jurnalistik tanpa mengesampingkan risiko terjadinya stigma dan diskirimasi pada kusta yang berujung pada masalah kesejahteraan emosional, psikologis hingga sosial,” ujarnya.

Selain pemaparan peran media dalam menyebarluaskan informasi , dalam kegiatan dibahas hal seputar mitos-fakta tentang kusta, peran media dan sejauh mana media awareness terkait isu kusta, bagaimana inisiatif mahasiswa peduli kusta dalam partisipasinya pada upaya penanganan kusta, serta pengalaman konkrit pemberitaan terkait kusta yang dilakukan individu maupun organisasi.

Dengan begitu, diharapkan media semakin berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan informasi yang benar seputar kusta dan mampu menyuarakan atau memberitakan informasi yang benar, efektif, menarik dan inklusif sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan, sosial dan budaya tidak hanya menjadi paham, tetapi juga termotivasi untuk terlibat aktif dalam penanganan kusta di Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, salah satu narasumber, Paulan Aji mendorong kalangan media dan pers mahasiswa agar menampilkan foto, gambar, video, dan cerita yang inspiratif tanpa melanggengkan stigma kusta.

“Cerita yang dilengkapi foto, gambar, video dan pernyataan sebaiknya menampilkan perubahan yang positif dari orang yang pernah mengalami kusta, bukan malah berfokus pada sisi kelamnya,” ungkapnya.

Ketiga narasumber juga memberikan tips dalam menghasilkan produk media atau liputan tentang orang yang mengalami kusta seperti foto yang positif dan inklusif, cerita yang inspiratif dan penggunaan istilah yang benar seputar isu kusta.

Kegiatan Media Gathering ini merupakan rangkaian proyek SUKA yang diinisiasi NLR Indonesia sejak 2021 untuk mengedukasi publik secara kontinyu tentang kusta dan konsekuensinya. Proyek ini menggandeng media, komunitas blogger, universitas, sektor swasta, organisasi profesi dan organisasi penyandang disabilitas.

*Reporter: Kru 03