Mengulik Tema yang Trending Topic di Bidang Gizi Saat Ini

oleh -267 views
Pemaparan materi oleh Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc dalam rangka Seminar Nasional memperingati Hari Gizi Nasional Ke-59, Hotel Novotel, Makassar (24/2).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Kegiatan Seminar Nasional 2019 yang diadakan oleh PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) di Hotel Novotel Makassar, mengangkat tema yang marak diperbincangkan di dunia kesehatan saat ini, khususnya di bidang gizi [24/2].

Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “Optimalisasi Keluarga Sadar Gizi untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Stunting“. Kegiatan seminar nasional ini merupakan program tahunan PERSAGI dimana merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang Ke -59.

Sekretaris panitia seminar nasional, Manjilala, S.Gz, M.Gizi mengatakan bahwa Kegiatan Seminar Nasional ini biasanya diselenggarakan sebagai kegiatan penutup, termasuk beberapa rangkaian kegiatan lainnya yang setiap tahun diadakan setiap memperingati HGN (Hari Gizi Nasional).

“Setiap tahun kami selenggarakan kegiatan seperti ini dalam rangka memperingati HGN. Biasanya ada banyak rangkaian, dan juga ditutup dengan seminar ini,” tuturnya.

Dia juga menambahkan bahwa PERSAGI selalu mengangkat tema yang berbeda setiap diadakan seminar, dan setahun sekali pasti akan diselenggarakan seminar tersebut.

“Tahun depan, kami cari lagi tema yang akan diangkat, dan pasti akan ada seminar lagi tahun depan. Tapi dengan tema yang lain terkait Hari Gizi Nasional,” ujarnya.

Terkait dengan tema yang diangkat tahun ini, Dr. Nadimin, SKM, M.Kes, selaku Ketua DPD PERSAGI Sulawesi Selatan Indonesia, mengemukakan bahwa terdapat dua permasalahan utama dalam bidang Gizi di Indonesia, khususnya Provinsi Sulawesi Selatan. Permasalahan itu ialah masalah kekurangan gizi dan masalah stunting.

“Kita pahami bersama bahwa sesuai dengan data terakhir terkait masalah gizi di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, saat ini masih diliputi oleh dua masalah utama, yakni masalah kekurangan gizi, terutama masalah stunting,” ungkapnya.

Hal ini diperjelas oleh Astati Made Amin, S.SiT, M.Kes, ketua panitia seminar nasional tahun ini. Dia mengemukakan bahwa berdasarkan hasil Riskesdas di Sulawesi Selatan, angka stunting di Indonesia mengalami penurunan meskipun kurang lebih 5%. Akan tetapi, peringkat Indonesia terkait hal tersebut justru meningkat.

“Angka stunting kita memang turun berdasarkan hasil Riskesdas di Sulawesi Selatan, itupun kurang lebih 5%, tetapi peringkat kita meningkat. Di 2013 kemarin, kita berada di posisi ke-13, dan di tahun 2018 ini, posisi kita naik menjadi peringkat ke-4. Nah, ini yang menjadi problem. Bukan peringkat 4 terbaik yang kita dapat, tetapi peringkat ke-4 terjelek,” kata dia.

Oleh karena itu, diadakanlah Seminar Nasional yang mengangkat tema terkait permasalahan-permasalahan tersebut. PERSAGI juga menghadirkan pemateri yang kompeten dan berpengalaman untuk mengupas tuntas mengenai tema yang diangkat tahun ini.

“Sesuai dengan tema. Tema yang kami angkat, kan seputar stunting dan penyakit tidak menular, maka kami mengundang Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc, Dr. Hendrayati, DCN, M.Kes, dan Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum. Nah, Prof. Razak ini punya pengalaman di Banggai sehingga kami ingin memperdengarkan ke semua. Selain itu, S3 Ibu Hendra juga menekuni tentang stunting sehingga kami meminta dia untuk berbicara. Kemudian, dr. Yen itu salah satu penggiat pola hidup sehat dan karena saat ini lagi naik daun, serta banyak diundang sana-sini, akhirnya kami juga mengundangnya untuk meluangkan waktunya,” tambah Manjilala.

 

Reporter: *Kru-Dla