Mari Sederhanakan Perbuatan

oleh

Penulis : Ahmad Hidayat / Jurusan Analis Kesehatan PKM

Aktifitas manusia dalam kehidupan sehari hari sangatlah beranekaragam. Berbagai motif, berbagai tujuan, sangatlah bervariasi. Seringkali, dalam mencapai tujuannya, harus pula mengorbankan orang lain. Ironis!

Semua ini mungkin bermuara pada hegemoni duniawi belaka. Manusia saling berkejar kejaran dalam mencapai unsur unsur duniawi. Padahal sudah jelas, bahwa semua itu hanya sementara. Berbanding terbalik jika kita bandingkan dengan mereka yang berlomba dalam kebaikan.

Muatan kepentingan yang oportunis pun kerap kali muncul dalam acara acara amal. Popularitas, jabatan, materi, menjadi racun yang digila-gilai orang zaman sekarang.

Nah, ada baiknya jika kita renungkan beberapa hal sejenak. Apakah materi yang kita kumpulkan akan dibawa mati? Apakah jabatan yang kita elu-elukan akan menjadi pelindung kita di akhirat kelak? Dan apakah semua hal yg diniati untuk hal yg bersifat duniawi akan menjadi perisai yang kuat ketika kita dihisab nanti?

Betul, betul sekali memang kalau kita butuh materi untuk hidup. Tapi bukan untuk tujuan akhir hidup kita bukan? Betul memang kita membutuhkan jabatan yang lebih prestise agar lebih termotivasi lagi dalam berkarir. Tapi bukan untuk tujuan akhir hidup kita bukan?

Mohon sadari saudaraku, bahwa yang hanya menjadi bekal diakhirat kelak hanyalah banyaknya amal, bukanlah banyaknya harta, seberapa tinggi posisi kita, dan berapa banyak perusahaan yang sudah kita kuasai.

Sederhana saja, cukup niatkan semua ikhtiar kita hanya karena Allah semata! tidak lebih.

Mungkin sudah waktunya kita berbenah, karena tidak ada kata terlambat untuk perbuatan baik. Sudah sampailah waktunya kita cukupkan kegilaan kita terhadap dunia, dan jadikan Allah sebagai satu satunya sandaran hidup.

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mal nashir.