Kuota Internet Tak Merata, Polkesmas Akui Ada Kesalahan

oleh -
Ilustrasi ketidakmerataan kuota internet di Polkesmas.

MAKASSAR, INTELLIGENT – Sejak April tahun 2020, Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) memberikan subsidi kuota internet bagi mahasiswa Polkesmas. Namun, kuota internet yang didistribusikan pada periode September mengalami ketidakmerataan.

Ketidakmerataan tersebut dirasakan oleh sejumlah mahasiswa Polkesmas yang tidak mendapatkan subsidi kuota internet dari pihak kampus di bulan September.

Hal tersebut dirasakan oleh salah satu mahasiswa Jurusan Fisioterapi, Vera Rahmih. Meski telah mendapatkan subsidi kuota internet sejak April lalu, tetapi ia mengaku tak lagi mendapatkan kuota internet di awal semester gasal pada September 2020.

“Mulai dari awal semester tiga saya tidak pernah dapat kuota sama sekali, seharusnya pihak kampus lebih memperhatikan lagi mahasiswa yang belum mendapat subsidi kuota,” ungkapnya, Selasa (20/10).

Berbeda dengan Vera yang tidak mendapatkan subsidi kuota internet, mahasiswa jurusan Keperawatan, Ayu Wira justru mendapatkan kuota internet sebesar 24 GB, melebihi jumlah yang dijanjikan Polkesmas sebanyak 12 GB.

“Saya kira dari pihak kampus yang sengaja menaikkan jumlah kuotanya, Alhamdulillah toh, tapi disisi lain masih banyak teman  kelasku yang belum dapat, mungkin 1/2 nya dari jumlah temanku apalagi sekarang sudah di bulan Oktober,” ujarnya.

Disisi lain, rupanya mahasiswa baru (maba) tahun 2020 telah menerima kuota internet Polkesmas, seperti halnya maba Jurusan Kesehatan Lingkungan, Muhammad Wahyu. Ia membeberkan bahwa dia juga mendapatkan subsidi internet melebihi kuota yang ditetapkan Polkesmas.

“Untuk periode September saya telah menerima, yang saya dapat 20 GB dan menurut saya membantu mahasiswa dalam perkuliahan,” kata Wahyu.

Sementara itu, ketidakmerataan distribusi kuota internet sebesar 12 GB dari pihak kampus bagi mahasiswa Polkesmas di bulan September ternyata diakibatkan oleh adanya kesalahan dalam pendistribusian kuota internet di aplikasi.

Hal ini disampaikan oleh Kasubag Kemahasiswaan, Manjilala S. Gz, M.Gz. Dia menyampaikan, kesalahan tersebut bermula dari munculnya pemberitahuan bahwa pengiriman kuota internet mengalami kegagalan .

“Ada kesalahan diaplikasi saat pengiriman kuota, pada saat pengiriman awal muncul notif gagal, tetapi saat pengiriman selanjutnya ternyata terkirim dua kali, sehingga ada yang mendapat kuota lebih,” jelasnya ketika diwawancarai oleh kru Intelligent.

Ia juga menerangkan bahwa kemungkinan mahasiswa yang belum mendapat kuota internet termasuk di dalam 1.500 nomor yang belum terdaftar sejak awal, nomor non-Telkomsel, atau nomor terkait termasuk dalam kelompok eror.

“Kemungkinan masuk di 1500 itu atau kemungkinan masuk di nomor non-Telkomsel atau kartu Halo atau kemungkinan nomornya masuk di kelompok eror yang tidak bisa terkirim-kirim kuotanya. Saat ini kami sedang merapikan data nomor telfon yang masuk,” imbuhnya.

Distribusi subsidi kuota internet pada September 2020 telah selesai sebab seluruh kuota pada bulan tersebut sudah didistribusikan. Namun, hingga berita ini diterbitkan sejumlah mahasiswa belum menerima subsidi kuota internet pada bulan Oktober.

*Reporter: Kru-M53