Cerita Juang Atlet Panjat Tebing Pra-PON

oleh -
Panjat Tebing: Sri Anggini saat latihan panjat tebing.

MAKASSAR,INTELLIGENT – Jumat pagi yang cerah, menyinari Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Fisioterapi terlihat begitu indah. Bangunan sederhana dilengkapi pohon-pohon yang rindang membuat kampus itu tampak asri pada beberapa mata yang memandangnya.

Rutinitas mahasiswa setiap hari Jum’at melakukan senam zumba yang diikuti oleh beberapa mahasiswa juga beberapa dosen terlihat begitu antusias.

Namun berbeda dari biasanya, hari ini kampus tersebut kedatangan tamu dari para peserta atlet panjat tebing yang akan mengikuti Pra-PON. Maksud dan tujuan mereka berkunjung yaitu untuk melakukan tes fisik tepatnya di klinik Mabbulo Sibatang milik Kampus Jurusan Fisioterapi.

Pra-PON ini merupakan Pra Pekan Olahraga Nasional yang diikuti oleh beberapa atlet khususnya panjat tebing. Dalam hal ini, atlet tersebut tidak hanya dari peserta kalangan laki-laki tetapi ada juga peserta perempuan.

Salah seorang peserta perempuan usia 25 tahun kelahiran Kabupaten Barru bernama Sri Anggini memilih jenis olahraga ini karena merupakan hobi dan menyukai olahraga ekstrim.

“Karena hobi dan memang suka olahraga yang ekstrim,” ujar Sri Anggini atlet panjang tebing wanita berhijab ini.

Di usianya yang tergolong sudah dewasa, dia masih bergelut dalam keolahragawan panjat tebing dan demi mengikuti Pra-PON ia meninggalkan pekerjaannya. Hal tersebut karena ia betul-betul serius dalam mengikuti kegiatan.

“Kalau mau dikatakan susah, memang susah banyak dikorbankan apalagi umurku sudah tergolong tua, maksudnya bukan tua bagaimana tetapi saya paling tua di antara teman-teman saya dan saya bekerja tapi saya tinggalkan karena mau mengikuti pra-PON.”

Untuk mencapai semua itu, beberapa tantangan telah ia lewati dan telah mengikuti perlombaan hingga tingkat Nasional walaupun tidak ada dukungan dari orang tua tapi karena semangat dan antusiasnya, ia bisa sampai seperti sekarang ini.

” kalau perlombaan sudah banyak bahkan sampai PON dan sebenarnya sih orang tua melarang”

Ia juga sangat antusias sekali untuk menjadi atlet panjat tebing karena memang ia sangat menyukai olahraga ini tanpa paksaan dari orang lain. Sri aggini ini sebelumnya sudah melakukan persiapan fisik, mental dan semuanya untuk mengikuti lomba Pra-PON ini.

 

*Reporter :Kru-M29