BPM Lewati Tenggat, Kasubbag Kemahasiswaan : Sepakat Tak Vakum

oleh -
Ilustrasi perobekan tanggal 28 Februari sebagai batas waktu pengumpulan SK.

MAKASSAR, INTELLIGENT – Kasubbag Kemahasiswaan, Manjilala sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa lembaga yang melewati tenggat pengumpulan SK pada 28 Februari akan divakumkan selama satu periode kepengurusan.

Setelah tenggat berakhir, Manjilala mengeluarkan pernyataan berbeda bahwa Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) tidak akan divakumkan meski melewati tenggat sebab telah mencapai kesepakatan bersama.

“Tidak divakumkan, BPM sudah audiensi dengan saya minggu lalu dan sudah ada kesepakatan,” ujarnya ketika diwawancara via Whatsapp, Minggu (01/03).

Sebelumnya pada Jumat (28/02), selain BPM, Badan Ekseskutif Mahasiwa (BEM) dan seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) telah menyetor Surat Keputusan (SK) kepada pihak Direktorat.

Kasubbag Kemahasiswaan, Manjilala tak menampik bahwa keterlambatan SK BPM tak lepas dari pengaruh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), karena utusan HMJ termasuk dalam bagian struktur kepengurusan BPM.

“BPM menunggu HMJ selesai Mubes, karena struktur BPM itu perwakilan dari HMJ. Jadi BPM nanti diverifikasi, karena daftar pengurus nya tidak sebanyak UKM,” tuturnya, Rabu (27/02).

Ia menambahkan bahwa verifikasi SK BPM akan dilakukan terpisah dengan SK BEM dan UKM, bahkan akan dilantik terpisah jika BPM baru mengumpulkan SK-nya setelah SK UKM diverifikasi.

“Kalau verifikasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sudah selesai dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) belum, maka BPM akan dilantik terpisah,” tandasnya.

*Reporter : Kru-M25