Aliansi Bara-baraya Bersatu Padati Pengadilan Tinggi Makassar

oleh -
Aksi "Kamisan Berlawan" kasus sengketa lahan warga Bara-Baraya di Pengadilan Tinggi (PT) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (18/02)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Aliansi Bara-baraya Bersatu, menggelar Aksi “Kamisan Berlawan” sebagai bentuk perlawanan terhadap putusan pengadilan kasus sengketa lahan warga Bara-baraya di Pengadilan Tinggi (PT) Makassar Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (18/02).

Posko perjuangan kasus sengketa lahan antara warga Bara-baraya (tergugat) dengan Nurdin Dg. Nombong & Kodam XIV Hasanuddin (penggugat) yang terletak di Jalan Abubakar Lambogo sejak pagi telah dipadati oleh berbagai orang. Aksi ini diikuti oleh puluhan warga, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar.

Salah satu warga Bara-baraya, Andarias mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan warga Bara-baraya sebagai bentuk kecaman atas putusan Pengadilan Tinggi.

“Aksi yang kami lakukan, karena kami kecewa atas putusan Pengadilan Tinggi, kami dikasi kalah, kami dikalahkan di Pengadilan Tinggi ini, tetapi semua harus tau bahwa ini betul-betul menghianati keadilan bagi rakyat,” ungkapnya saat diwawancarai kru Intelligent.

Dalam kasus ini, warga yang menempati tanah yang dijadikan objek sengketa lahan itu merupakan tanah yang sah dan legal dengan dibuktikan kepemilikan surat-surat. Bentuk protes dan fakta-fakta hukum yang kuat belum cukup jika antar sesama warga tidak saling bahu membahu melawan putusan peradilan agar memihak terhadap warga setempat.

Selain itu, salah satu peserta aksi Fadil menuturkan bahwa solidaritas adalah kunci untuk terus mengawal kasus ini hingga menang.

“Mari rapatkan barisan, kita mengawal kasus ini sehingga nantinya kebenaran sejati akan menjadi keputusan akhir dari kasus ini, yaitu bahwa warga Bara-baraya akan kembali hidup tenang diatas tanah milik kita sendiri,” tuturnya.

*Reporter kru-02