Wawancara PMDP Dibatalkan, Kasubbag Kemahasiswaan : Tentu Tidak Ideal

oleh -
Ilustrasi tes wawancara (Foto : Tribunnews.com)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Jalur penerimaan mahasiswa baru Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) Tahun 2020 meniadakan tes wawancara akibat pandemi COVID-19.

Tes wawancara pada jalur PMDP rutin diadakan Polkesmas tiap tahunnya untuk menyeleksi calon mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Makassar. Namun, pada tahun ini calon mahasiswa baru yang lulus seleksi berkas di jalur PMDP hanya akan mengikuti tes kesehatan pada 17-20 Juni 2020.

Kasubbag Kemahasiswaan, Manjilala mengatakan keputusan ini merupakan pilihan terbaik, tetapi ia mengakui pembatalan tes wawancara pada jalur PMDP Tahun 2020 merupakan keputusan yang tidak ideal.

“Tentu kita tidak bisa berpikir secara ideal sekarang, karena kondisi yang tidak memungkinkan, sehingga tentu ada tahapan yang tidak bisa maksimal hasilnya, tapi inilah yang terbaik,” ujarnya, Kamis (09/04).

Ia menambahkan bahwa sebelumnya pihak Polkesmas berencana mengadakan tes wawancara secara daring atau online. Namun, Polkesmas kembali mempertimbangkan hal tersebut, sebab dikhawatirkan calon mahasiswa mengalami keterbatasan fasilitas internet.

“Awalnya mau menggunakan tes wawancara online, tapi kami khawatir ada calon siswa yang tidak bisa bergabung karena keterbatasan jaringan internet dan fasilitas. Sementara, jalur ini sudah harus segera diumumkan sesuai jadwal,” terangnya.

Disisi lain, pembatalan tes wawancara pada tahun ini disambut baik oleh calon mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Makassar yang telah lulus seleksi berkas pada jalur PMDP.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu calon mahasiswa baru Jurusan Kesehatan Lingkungan Muhammad Wahyu. Ia merasa senang dengan adanya pembatalan ini sebab memperbesar peluangnya untuk bisa lulus di Jurusan impiannya.

“Sebagai seorang calon mahasiswa tentu merasa senang dengan ditiadakannya salah satu tes untuk masuk ke sebuah jurusan yang diinginkan, karena akan dapat membuka peluang lebih besar bagi kami untuk masuk ke sebuah jurusan,” ungkapnya.

*Reporter : Kru-M11