Serukan 22 Tuntutan, Mahasiswa Makassar Demonstrasi di DPRD Sulsel

oleh -
Massa Aksi Aliansi Mahasiswa Makassar (AMM) mengenggam poster "Reformasi Jilid II"

MAKASSAR, INTELLIGENT – Aliansi Mahasiswa Makassar (AMM) bersatu menggelar aksi unjuk rasa “Reformasi Jilid II”. Adapun 29 organ dari berbagai perguruan tinggi turut terlibat dalam aksi unjuk rasa serentak, Senin (11/04).

Seruan aksi ini memiliki 22 tuntutan yang dilayangkan di depan gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini merupakan isu atau permasalahan-permasalahan yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah sehingga hal ini mendorong AMM untuk serentak menggelar aksi unjuk rasa “Reformasi Jilid II”.

Seperti yang diungkapkan langsung oleh Wakil Jendral Lapangan (Wajenlap), Uye bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan bertujuan untuk menyampaikan poin-poin, agar pemerintah setempat bisa mendorong serta menyelesaikan polemik yang ada.

“Capaian aksi kita dengan disampaikanya poin-poin tuntutan dari AMM dan aliansi lainya, tentunya kita sama-sama berharap agar pemerintah setempat bisa bersama kita dalam mendorong dan menyelesaikan polemik yang telah hadir ditengah masyarakat saat ini agar cepat diselesaikan,” ungkapnya pada kru LPM Intelligent.

Ia juga menambahkan bahwa permasalahan yang ada membuktikan bahwa banyaknya persoalan di negeri kita ini harus diselesaikan oleh pemerintah secara serius.

“Gelombang protes yang hadir saat ini baik dari mahasiswa atau masyarakat itu sendiri telah membuktikan banyaknya persoalan di negeri kita yang harus diselesaikan oleh pemerintah secara serius, bukan lagi memikirkan keuntungan mereka sendiri,” tambahnya.

Salah seorang massa aksi, Farhan Anwar dari Universitas Muslim Indonesia mengungkapkan kegelisahannya, berawal dari keresahan pribadi dan mewakili beberapa masyarakat kecil ia berani terlibat dan turut hadir dalam aksi unjuk rasa pada Senin (11/04).

“Berangkat dari keresahan pribadi dan mewakili beberapa masyarakat kecil. Saat ini banyak kebijakan yang sangat merugikan masyarakat, terutama rumor perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu yang mencederai konstitusi, dan juga kelangkaan minyak goreng dan mahalnya harga minyak goreng di pasaran saat ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa aksi unjuk rasa “Reformasi Jilid II” dan tuntutan yang diberikan kepada pemerintah mampu mendengar dengan seksama dan diimplementasikan dengan baik.

“Saya pribadi berharap agar tuntutan yang diberikan mahasiswa untuk pemerintah mampu didengarkan dengan seksama dan diimplementasikan dengan baik,” tambahnya.

Ia pun mengatakan bahwa aksi yang digelar sangat luar biasa dengan berhimpunnya beberapa mahasiswa dari beragam almamater mengutarakan keresahan yang sama.

“Aksi yang digelar kemarin merupakan aksi yang sangat luar biasa, bergabungnya beberapa mahasiswa untuk aksi mampu memberikan penampakan yang sangat indah. Berbagai warna dari almamater menyatu di jalan untuk menyuarakan keresahan yang sama,” tutupnya.

Aliansi Mahasiswa Makassar (AMM) dengan berbagai macam cara pandang, berasal dari berbagai disiplin ilmu, mengangkat dan memutuskan masalah-masalah yang ada dengan kajian TUNTUTAN sebagai berikut ;

1. Usut tuntas mafia minyak goreng dan turunkan harga BBM

2. Mencabut UUPT No.12 tahun 2012

3. Copot Ketua DPR RI

4. Stop Perampasan Tanah Adat

5. Cabut Undang-Undang Cipta Kerja

6. Stabilkan Harga Pokok

7. Usut Tuntas Mafia Tanah

8. Wujudkan Reforma Agraria Sejati

9. Usir PTPN Enrekang

10. Usut tuntas pelanggaran HAM

11. Pembebasan Wadas

12. Cabut MBKM

13. Hentikan kriminalisasi aktivis dan masyarakat

14. Retooling kabinet

15. Menuntut demokrasi negara

16. Pendidikan gratis

17. Tolak IKN

18. Evaluasi kinerja legislatif

19. Tarik militer organik dari Papua

20. Sahkan RUU PKS

21. Copot Jabatan Luhut Binsar Pandjaitan

22. Wujudkan politik alternatif

*Reporter: Kru 33