Polkesmas Kembali Rencanakan Perkuliahan Semester Ganjil Secara Daring

oleh -

Makassar, Intelligent – Tahun ajaran baru Poltekkes Kemenkes Makassar (Pokesmas) kembali merencanakan perkuliahan secara online untuk semester ganjil akibat dari status Kota Makassar yang berada di zona merah dan Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Pelaksanaan mata kuliah yang mengharuskan diadakan praktikum lebih lanjut dikoordinasikan kembali kepada masing-masing dosen yang bersangkutan.

Wakil Direktur (Wadir) I Polkesmas, Dr. Rusli, SpFRS, Apt mengatakan, bahwa kegiatan tatap muka akan tetap dilaksanakan secara daring dan berharap mahasiswa menunggu keputusan lebih lanjut.

“Akan kami informasikan kalau proses kuliah tatap muka akan dilaksanakan tapi untuk saat ini masih fokus ke kuliah daring dulu sambil melihat kondisi update Covid-19,”

Ia pun menambahkan bahwa akademik sedang memproses persuratan untuk persiapan pembelajaran secara daring untuk pembelajaran tahun 2021/2022.

“Kami sekarang sedang mempersiapkan suratnya untuk persiapan PBM semester ganjil 2021/2022 untuk pembelajaran daring yang kita evaluasi secara berkala dengan melihat kondisi update Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, menanggapi rencana perkuliahan Polkesmas yang akan dilaksanakan secara online, Mahasiswa merasa jenuh dengan sistem ini dan menilai akan kurang efektif.

Salah satu mahasiswa dari Jurusan Keperawatan Gigi, Siti Nur Atiqah mengungkapkan dengan perkuliahan daring ini akan sulit untuk melakukan praktek karena alat dan bahan yang mungkin sulit untuk didapatkan diluar kampus.

“Kalo praktek dilakukan secara online itu agak ribet, bagaimana juga keadaan mahasiswa kalau misalnya melakukan praktek online kemudian di tempatnya itu susah temukan alat atapun bahan praktek,” ungkapnya.

Hal yang hampir sama diungkapkan oleh mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan, Patriot Irvana Ady, bahwa pembelajaran secara daring sangat menguras kouta internet yang digunakan oleh mahasiswa.

“Tapi untuk permasalahan dari kampus itu sendiri pemberian kuota untuk mahasiswa yang telat masuk dan jumlahnya hanya sedikit karena penggunaan kuota untuk zoom sama google meet tidak sedikit apalagi bagi mahasiswa yang pakai laptop auto boros,” ungkapnya.

*Reporter: Kru M- 36