Mahasulit Untukmu mahasiswa

oleh

Oleh :Ahmad Hidayat

Hei, Kau mahasiswa.
Sini kuberikan untukmu seuntai pujian.
Secarik kertas hasutan.
Seduit menjaga Mulut keringmu.
Yang Polos akan kebanggaan.
Yang mabuk akan kebohongan.

Hei, Kau mahasiswa.
Lenganmu yang dahulu gesit.
Memainkan pena perlawanan kepadaku.
Mengkritik tampa sabar.
Kini.
Terpasung dalam kubangan pujian.
Keheningan masa lalu.

Hei, Kau mahasiswa.
Dengarkan hasutanku.
Kamu butuh pujian maka kamu berlutut.
Kebenaran adalah sebuah peradaban.
Titipan Tuhan.
Dalam lingkaran kesadaran.
Tapi kau sudah kutaksadarkan.
Hingga kini.
Terbaring lemah di lembagamu.

Apa yang kalian banggakan?
Jika tahta atau jabatan.
Tak akan mungkin engkau kalahkan kehormatan sang Firaun.

Apa yang kalian banggakan?
Jika harta atau kekayaan.
Engkau belum sanggup atasi kemewahan si Qorun.

Jika IPK atau temuan.
Engkau belum sanggup mengalahkan kecerdasan Habibie.

Jadi Apa yang kalian banggakan?
Yang kalian banggakan.
Setiap waktu.
Yang seret otakmu mabuk pujian.
Yang busuk hatimu tak ingin sepi dari tepuk tangan.
Yang lumuri lidahmu dengan kebohongan.
Yang kotori niatmu dengan kesombongan.

Sesungguhnya.
Yang kalian banggakan itu.
Hanyalah sungai comberan.
Yang tak pernah letih.
Menguyurkan sejuknya dahaga hari di kampusmu.