Mahasiswa Tak Puas Soal Aspirasi, Presma Enggan Adakan Perbaikan

oleh -
Presiden Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar, Fardiansyah Saputra. (Foto: Surat Kabar Intelligent Edisi IV)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Presiden Mahasiswa (Presma), Fardiansyah Saputra enggan mengadakan perbaikan terhadap pengelolaan aspirasi mahasiswa yang dinilai tak memuaskan oleh sejumlah mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas).

Hasil tersebut berdasarkan kuesioner LPM Intelligent yang disebarkan pada 20 Agustus 2020 tentang pengelolaan aspirasi mahasiswa di Polkesmas yang menyatakan bahwa 60% dari 105 mahasiswa Polkesmas merasa tak puas terkait aspirasi mahasiswa yang disampaikan kepada pihak kampus.

Presma berpendapat bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) telah bekerja sesuai prosedur sehingga tidak perlu melakukan perbaikan kinerja terkait penyampaian aspirasi mahasiswa Polkesmas kepada Birokrasi, sebab hal tersebut tanggung jawab Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM).

“Kalau perbaikan dari hasil data tersebut menurut saya tidak ada yang perlu diperbaiki karena semuanya sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Kami sudah menyampaikan semua aspirasi yang kami dapatkan ke Badan Perwakilan Mahasiswa. Kami tidak memiliki wewenang menyampaikan langsung aspirasi ke birokrasi karena BPM yang berhak atas hal tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) mengatakan bahwa penyampaian aspirasi mahasiswa  kepada birokrasi yang merupakan tugas dan fungsi BPM memang belum berjalan.

Seperti yang diungkapkan Ketua Komisi 2 BPM, Lisnawati. Ia menyampaikan, tindak lanjut aspirasi mahasiswa sebelumnya belum dapat dilakukan karena Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkema) BEM yang bertugas sebagai wadah aspirasi mahasiswa belum mengadakan rapat kerja (raker).

“Penampungan aspirasi dari Adkema BEM belum jalan karena sebelumnya belum di sahkan program kerjanya, karena ditunggu dulu raker baru dijalankan. Follow up aspirasi untuk tahun ini dari Adkema memang belum berjalan karena berhubung juga penampungan aspirasi tersebut baru sudah sosialisasi,” ujarnya.

*Reporter: Kru-M16