Mahasiswa Makassar Tuntut Pencabutan Omnibus Law di Fly Over

oleh -
Aksi mahasiswa tuntut pencabutan Omnibus Law dan pemberian pendidikan gratis di Fly Over, Jumat (30/04)

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar menuntut dicabutnya Omnibus Law dan wujudkan pendidikan gratis di Fly Over Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (30/04).

Tuntutan “Cabut Omnibus Law dan Wujudkan Pendidikan Tinggi Gratis” dilayangkan Aliansi Mahasiswa Makassar sebab Omnibus Law yang kini disahkan menjadi Undang-Undang Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 telah mengkebiri hak-hak dasar warga negara atas nama investasi dan semakin melanggengkan praktik liberalisasi pendidikan.

Seperti yang disampaikan humas aksi, Nurul bahwa, Omnibus Law yang telah disahkan menjadi Undang-Undang akan memberikan implikasi yang sangat buruk bagi kaum buruh, tani, mahasiswa, dan seluruh rakyat Indonesia.

“Berkat Omnibus Law, rakyat dipaksa tersingkir menjadi buruh murah ditengah ruang hidup yang rusak, beracun, dan tak layak huni, juga penggusuran dan kekerasan aparat semakin sering terjadi,” tuturnya.

Aliansi Mahasiswa Makassar menilai situasi krisis akibat pandemi Covid-19 semakin menempatkan kelompok rentan dan miskin dalam krisis multidimensi, sistem ekonomi yang lumpuh, hasil panen petani dan nelayan yang tak terserap, sementara biaya pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa tetap tinggi.

Lebih lanjut, Nurul menjelaskan bahwa kesenjangan terhadap akses pendidikan akan semakin melebar dan masyarakat yang tidak mendapatkan akses akan kembali mengulang siklus hidup kemiskinannya.

“Dalam sektor Pendidikan, UU Cipta Kerja secara substantif akan membuat Pendidikan di Indonesia semakin sulit untuk diakses langsung oleh masyarakat, pasalnya Undang-undang ini telah menghapus kewajiban prinsip nirlaba (Paragraph 12 tentang Pendidikan dan kebudayaan, pasal 65 ayat 1),” tutupnya.

*Reporter: Kru M-25