Datangkan Stakeholder pada Workshop Sarjana Terapan Gizi

oleh
Workshop Pengembangan Kurikulum D-IV Gizi, di Hotel Dalton, Sabtu (21/07).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar datangkan stakeholder (Organisasi/individu terkait-Red) dari Rumah Sakit, Puskesmas, Industri Produksi Makanan, Organisasi Profesi dan Unit Penyelenggara Pendidikan, serta Dosen pada Workshop Pengembangan Kurikulum D-IV Gizi di Hotel Dalton, Sabtu (21/07).

Mulai tahun ini Poltekkes Kemenkes Makassar tidak lagi menggunakan istilah Diploma IV Gizi tapi menggunkan istilah baru, Sarjana Terapan Gizi. D-IV Gizi menghasilkan lulusan Sarjana Terapan Gizi (S.Tr Gz).

Ketua panitia , DR. H. Zakaria, STP, M.Kes mengatakan Workshop ini diadakan karena menyesuikan permintaan pasar dan trend masalah gizi khususnya di Propinsi Sulawesi Selatan yang termasuk relatif masih tinggi kasus kejadian anak balita gizi kurang dan pendek (Wasting and Stunting).

“Melengkapi kurikulum inti yg telah ditetapkan oleh Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI no : HK.01.07/III/01169/2016 tentang kurikulum inti pendidikan D IV Gizi. Kenapa DIV saja, me-review kembali kurikulum yang sudah lima tahun lalu secara periodik dilakukan, kurikulum sebelumnya di anggap belum menjawab secara keseluruhan sesuai kompetensi,” ujarnya.

Seorang tenaga pengajar Gizi Poltekkes Makassar, Manjilala, S.Gz, M.Gizi juga mengungkapkan kalau D-III sudah pernah dilakukan workshop serupa, sekitar 3 tahun lalu. Perbedaan kurikulum yang baru dengan yang lama ialah pembeda antara D-III, Sarjana Terapan Gizi (D-IV) dan Sarjana Gizi (S1) semakin jelas.

“Kurikulum Nasional Sarjana Terapan Gizi sudah ada sejak dua tahun lalu, oleh karena itu setiap Institusi pendidikan yg menyeleggarakan program pendidikan Sarjana Terapan Gizi wajib menyesuaikan kurikulum yang digunakan di institusi masing-masing, makanya Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Gizi melakukan kegiatan ini.”

Harapan dari kegiatan ini adalah lulusan Sarjana Terapan Gizi lebih profesional dalam menangani masalah gizi di masyarakat dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta diminati di pasar kerja.

 

Reporter : *Kru-Dst