Cara Istiqomah Menjalankan Amanah Menurut Para Ketua Di Lingkup KEMA-PKM

oleh

MAKASSAR-INTELLIGENT-(27/10/16), Foto bersama para Ketua KEMA-PKM bertempat di Studio Elegant Photography. Terkait pelaksanaan foto bersama, ini merupakan salah satu program kerja dari BEM-PKM yang bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan sekaligus memperkenalkan bahwa inilah para Ketua Lembaga di lingkup KEMA-PKM.
Mereka adalah orang-orang hebat, seorang pemimpin yang memiliki suatu amanah untuk dilaksanakan. Beban yang mereka pikul tidak memutuskan semangat dalam memenuhi tugas mereka. Menurut sebagian para Ketua Lembaga di lingkup KEMA-PKM tentang cara agar tetap istiqomah menjalankan amanah sebagai Ketua hingga di penghujung kepengurusan “Yang membuat saya tetap berada di posisi sekarang karena saya ingin menjalankan amanah,  dan tetap melakukan yg terbaik untuk kema”.
Arnida (Ketua BPM-PKM) “Kuncinya adalah melaksanakannya dengan Ikhlas”.Nur.Alim (Presiden Mahasiswa BEM-PKM) “Keyakinan pada diri sendiri, Sikap saling mempercayai dalam berorganisasi, Tetap komitmen dengan tiap kputusan yang telah di ucapkan, Tetap dijalan yang benar insya allah semua berjalan lancar dan tetap selalu berdoa kepada sang pencipta”.Ahmad ridho ismail (Ketua Hmj-Kl) “Seorang ketua harus Terbuka (mendengarkan apa yang di inginkan dari masyarakatnya entah itu sebuah hinaan ke dirinya, kritikan organisasi, ataupun sebuah pujian), Adil (tak membeda-bedakan dalam menyelesaikan suatu masalah), Pandai dalam menyeleksi hal yang baik dan buruk, Mempunyai sikap sabar dan tabah (NO BAPER), Disiplin dan yang terpenting Bertanggung jawab. Sebaik-baiknya contoh kepemimpinan itu, tempat bercermin terbaik adalah Rasulullah SAW”.
Rahmat Muhaimin Sujasmin (Ketua Hmj-Kep) “Harus konsisten dan berpegang teguh pada niat dan tujuan awal sebagai pemimpin. Menjalankan kepengurusan dengan sepenuh hati, ikhlas dan ridho tanpa merasa terbebani dengan apa yg akan di jalankan, optimis dan selalu yakin pada diri sendiri serta menjalin kerjasama yg optimal dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan pada kepengurusan”.

(INTELLIGENT Rezky Raditya )