Angan yang Tak Sampai

oleh -
Gedung Direktorat Poltekkes Kemenkes Makassar, Banta-Bantaeng.

Bagai pinang dibelah dua
Ekpresiku menyatakan ia serupa
Dengan tempatku mengasah intelektual
Di zaman terdahulu
Dimana upacara rutin masih berlaku
Aturan berperilaku masih ditegakkan
Bahkan kebebasan berpenampilan masih dikekang

Senyumku tak terkendali
Akibat segala sebab yang mempengaruhi
Akan pernyataanku terhadapnya
Dari sudut pandang putih abu-abu
Mengacu gelak tawa dalam batinku
Akibat pandangan sederhana
Menyetarakan hal yang jelas nyata perbedaannya

Realita menyadarkanku
Memang tak perlu ada penyetaraan
Ia adalah Perguruan Tinggi
Dan putih abu-abu tak mirip dengannya
Dalam benakku terlukiskan
Zona Perguruan Tinggi itu indah
Aturan dan batasan tak lagi berkuasa
Dan ruang kebebasan menjadi hak milik

Satu hal yang lebih tepat
Bukan itu esensi dari Perguruan Tinggi
Menjadi bagian di dalamnya
Dibutuhkan perjuangan bukan main
Profesionalitas bekerja turut andil
Keabsahan hasil kerja dinomorsatukan
Itulah gambaran sesungguhnya
Namun angan ku tak sampai saat itu

Perguruan Tinggi kini mampu kulukiskan
Memvisualisasikan seolah jiwa dan ragaku
Akan mengabdi demi civitas akademi
Menjadi bagian yang melejitkan perubahan
Melengserkan kerikil penghambat kemajuan
Meninggikan derajat almamater
Juga kobarkan api yang kian mengamuk
Api semangat demi ibu pertiwi

Karya: Dhy (Dila Adhelia)