Aliansi Mahasiswa Makassar Serukan Tolak Kenaikan Tarif BBM

oleh -
Aliansi Mahasiswa Makassar (AMM) dalam aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan kenaikan Harga BBM, di Fly Over Makassar, Kamis (15/09).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Sudah dua pekan, kenaikan BBM naik secara signifikan yakni 30% dan hal ini direspon oleh berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar (AMM) pada aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan kenaikan Harga BBM, di Fly Over Makassar, Kamis (15/09).

Mereka menggelar unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang awalnya Pertalite dari Rp. 7.650 per liter menjadi Rp. 10.000 per liter, harga Solar subsidi dari Rp. 5.150 per liter menjadi Rp. 6.800 per liter, serta harga Pertamax dari Rp. 12.500 menjadi Rp. 14.500 per liter.

Sebelumnya, gelombang demonstrasi penolakan BBM secara intens telah berlangsung diberbagai titik api di Kota Makassar dalam sepekan terakhir.

Salah satu massa aksi, Erik menilai pemerintah tidak adil dalam menentukan sebuah kebijakan yang dibuat dengan menaikkan harga BBM dengan alasan membengkaknya nilai subsidi energi.

“Adanya ketidakadilan dan buruknya pemerintah saat ini dalam menentukan sebuah kebijakan yang dibuat, mereka hanya peduli dengan kepentingan mereka sementara mengabaikan masyarakat miskin yang paling terkena dampaknya,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak diam dan bergerak melawan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

“Oleh karena itu, kami mengajak bapak, ibu, saudara, dan seluruh masyarakat yang paling berdampak untuk bergabung dalam menyuarakan penolakan terhadap naiknya harga BBM dengan bersama – sama turun kejalan,” tuturnya.

Salah satu peserta aksi, Randi menuturkan bahwa kenaikan harga BBM ini memberikan dampak muktisektoral dari berbagai bidang, seperti kenaikan bahan pokok.

“Saya pribadi mengeluh dengan naiknya BBM, dan juga kenaikan BBM akan berdampak pada kenaikan bahan – bahan pokok yang semakin membuat resah rakyat kecil,” tutupnya.

*Reporter: Kru 17