Ajak Masyarakat Bergerak Bersama, ALARM : Lawan Kebrutalan Negara

oleh -
Aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Marah (Alarm) di Fly Over hingga ruas Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (26/07).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Marah (Alarm) menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan RKUHP di Fly Over hingga ruas Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (26/07).

Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap berbagai produk hukum kontroversial yang diciptakan oleh negara. Pemerintahan saat ini dianggap tidak mencerminkan keberpihakannya terhadap kepentingan publik yang bisa dilihat dari berbagai aspek seperti pendidikan, lingkungan, demokrasi, hingga hak asasi manusia.

Salah satu massa aksi, Iyan menuturkan bahwa negara selama ini melancarkan kebrutalannya melalui penciptaan berbagai produk-produk kebijakan yang cenderung merampas ruang hidup serta menindas rakyat.

“Negara selama ini melancarkan kebrutalannya dengan menciptakan berbagai produk-produk kebijakan yang cenderung hanya merampas ruang hidup serta menindas rakyat. UU ITE, UU Minerba, UU KPK, UU IKN, UUPT, dan banyak lagi produk-produk hukum lainnya yang tidak pro terhadap rakyat”, tuturnya.

Disisi lain, ia menyampaikan bahaya yang dapat ditimbulkan. RUU KUHP dapat menjadi senjata pembungkaman baru yang sungguh mengancam demokrasi Indonesia.

“Hingga sekarang pemerintah merancang senjata pembungkaman yang baru yaitu RUU KUHP yang seluruh proses pembuatannya tanpa melibatkan sedikitpun partisipasi rakyat, RKHUP sungguh mengancam demokrasi Indonesia”, pungkasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak diam dan bergerak bersama melawan kebrutalan negara.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bergerak melawan kebrutalan negara, melihat negara sampai pada hari ini justru hanya menindas rakyat dengan berbagai aparatus ideologis maupun aparatus represifnya”, tutupnya tegas.

*Reporter: Kru 02