Respon Kekejaman Negara dan Aparat, Komite Aksi HAM Gelar Demonstrasi

oleh -
Komite Aksi HAM melakukan aksi unjuk rasa merespon tindak kekerasan yang dilakukan negara di Simpang Tiga Jln. Boulevard - Jln. AP. Pettarani

MAKASSAR, INTELLIGENT — Berbagai organisasi mahasiswa, NGO, dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Aksi HAM melakukan aksi unjuk rasa merespon berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh negara di Simpang Tiga Jln. Boulevard – Jln. AP. Pettarani, Kamis (17/02).

Ratusan massa aksi yang menggelar longmarch dari Menara Phinisi UNM hingga ke titik aksi menuntut negara dalam hal ini pemerintah agar menghentikan segala bentuk represifitas aparat yang saat ini tengah terjadi diberbagai wilayah.

Gio selaku Jendral Lapangan (Jendlap) Komite Aksi HAM menuturkan bahwa saat ini perampasan ruang hidup atas nama pembangunan semakin massif dan brutal.

“Pemerintahan ini menjadikan pembangunan adalah utama, semua yang bertentangan dan menghalangi rencana pembangunan adalah ancaman nyata seiring dengan brutalitas aparat terhadap masyarakat sipil,” tuturnya.

Lebih lanjut menurut Gio, kejadian yang ada di Wadas dan Parigi Mautong menunjukkan bahwa pemerintah kita saat ini telah mengabaikan ketentuan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang ada.

“Penegak hukum seperti Kepolisian menjadi alat yang efektif untuk menghadang protes masyarakat, di Wadas, sangat nyata, aparat Kepolisian menangkap masyarakat secara sewenang-wenang, melakukan tindakan kekerasan dengan menarik masyarakat secara paksa, sementara di Parigi Moutong seorang demostran harus meregang nyawa karena dadanya tertembus peluru,” tukasnya.

Senada yang diutarakan oleh Gio, Fitri salah seorang peserta aksi mengungkapkan bahwa pemerintah dan oligarki saat ini terus membuat Undang-Undang bermasalah dan mengorbankan masyarakat seperti Omnibus Law, UU Minerba, hingga baru-baru ini UU IKN.

“Pemerintah membuat UU yang jelas-jelas sudah bermasalah demi melancarkan aksinya merebut ruang hidup rakyat, kriminalisasi masyarakat, hingga aktivis dan akademisi ditangkap dan diintimidasi,” ungkapnya.

*Reporter: Kru-02