Panitia Rancang Pengembalian Sebagian Besar Dana PKL untuk Mahasiswa

oleh -
Live streaming rapat pembahasan PKL daring di akun Facebook Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar, Kamis (14/05).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Keputusan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Terpadu Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) secara daring menuai berbagai kritik dari mahasiswa. Hal tersebut direspon langsung oleh pihak Panitia dengan mengadakan rapat online bersama mahasiswa pada 14 Mei 2020.

Pertemuan tersebut membahas mengenai dasar pertimbangan keputusan PKL daring dan menyediakan sesi diskusi dengan mahasiswa. Rapat ini dilaksanakan melalui aplikasi Zoom dan juga disiarkan secara langsung lewat akun Facebook resmi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar.

Lewat siaran langsung tersebut, Ketua Panitia PKL Terpadu Polkesmas, Dr. Siti Nurul Fajriah, S.Pd, S.Ft.Physio, M.Kes mengungkapkan bahwa pihak Panitia akan merancang mekanisme pengembalian sebagian besar dana PKL Terpadu untuk mahasiswa yang berkisar antara Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta.

“Persentasenya kalau kemarin kalian menyerahkan ke Bendahara itu Rp 1.510.000 paling tidak kurang lebih sekitar 900 ribu sampai 1 juta itu bisa dikembalikan ke masing-masing peserta PKL. Tinggal prosesnya yang akan diatur oleh Panitia supaya tidak menimbulkan hal-hal yang kurang nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, sebagian dana PKL lainnya sudah dialokasikan untuk pemotongan biaya transportasi PKL Terpadu yang batal berangkat pada 16 Maret lalu. Sejumlah dana juga telah digunakan untuk kebutuhan persiapan PKL Terpadu yang dibatalkan secara mendadak.

“Sebagian dana transportasi itu harus menanggung H-1 pembatalan atau penundaan PKL. Ada beberapa kelompok sudah terlanjur membelanjakan beberapa kebutuhan terkait dengan PKL. Kemudian, untuk menyiapkan kebutuhan untuk persiapan Koordinator Kabupaten, Kecamatan, dan Desa itu sebagian kecil juga sudah dikeluarkan,” tuturnya.

Selain itu, dana yang tersisa juga akan dialokasikan untuk membiayai kebutuhan kuota internet dan pulsa masyarakat Kabupaten Enrekang yang termasuk didalam daftar 1.155 Kepala Keluarga (KK) sasaran PKL Terpadu Polkesmas 2020 yang diadakan secara daring.

“Namun, untuk masyarakat yang 1.155 KK ini yang institusi tidak bisa bantu, karena ini di luar dari ranah institusi. Oleh karena itu, sebagian dari dananya itu akan dialihkan ke kuotanya masyarakat. Namun, sebagiannya lagi harus diserahkan ke masing-masing kelompok,” terangnya.

*Reporter : Kru-03