Demo Omnibus Law, Gerak Makassar Serukan Mosi Tidak Percaya

oleh -
Demo Gerak Makassar menuntut pencabutan omnibus law dan bangun dewan rakyat serta melayangkan mosi tidak percaya di bawah Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (28/10).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Aliansi Gerakan Rakyat (Gerak) Makassar menggelar unjuk rasa dengan tuntutan Cabut Omnibus Law Cipta Kerja dan Bangun Dewan Rakyat di bawah Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Demonstrasi Aliansi Gerak Makassar yang dilakukan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda Indonesia pada Rabu (28/10) kemarin ini melayangkan Mosi Tidak Percaya kepada Pemerintah dan DPR-RI .

Humas Aliansi Gerak, Jaya menyampaikan bahwa seruan Mosi Tidak Percaya merupakan bentuk kekecewaan dan hilangnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah, setelah DPR-RI secara tiba-tiba melakukan pengesahan UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020.

“Mosi Tidak Percaya dilayangkan sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada rezim saat ini setelah sebelumnya mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja yang proses penyusunannya saja sudah inkonstitusional,” ujarnya.

Selain melayangkan Mosi Tidak Percaya akibat pengesahan Omnibus Law oleh DPR-RI, Gerak Makassar juga menuntut pencabutan Undang-Undang kontroversial tersebut.

Seperti yang dikatakan Jendral Lapangan Aliansi Gerak Makassar, Juan. Ia mengungkapkan bahwa seluruh ketentuan yang berada dalam Omnibus Law ini akan semakin merampas hak-hak masyarakat tertindas.

“Meski bernama Cipta Kerja, namun seluruh ketentuannya mempermudah perampasan tanah di desa dan di kota, perusakan lingkungan, perampasan ruang kelola masyarakat, pemiskinan perempuan serta penghisapan buruh yang malah menghilangkan tempat kerja dan ruang hidup itu sendiri,” tuturnya.

Gerakan perlawanan rakyat terhadap penolakan Omnibus Law ini muncul tak terbendung dan datang dari seluruh wilayah di Indonesia.

“Berbagai gerakan rakyat menolak Omnibus Law tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai macam bentuk, mulai dari ruang-ruang akademik hingga aksi-aksi turun ke jalan,” tegas Juan.

Sementara itu, Aliansi Gerakan Rakyat Makassar membeberkan akan terus melancarkan aksi-aksi penolakan hingga UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut dicabut.

*Reporter: Kru-M25