Aliansi Makar: Bebaskan Tapol Ciptaker dan Mogok Bayar Uang Kuliah

oleh -
Aksi unjuk rasa oleh Aliansi Mahasiswa Makassar dengan tuntutan Bebaskan Tapol Omnibus Law dan Mogok Bayar Uang Kuliah di bawah Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo, Minggu (10/01).

MAKASSAR, INTELLIGENT – Aliansi Mahasiswa Makassar (Makar) menggelar aksi demonstrasi dengan tuntutan Bebaskan Seluruh Tahanan Politik (Tapol) UU Cipta Kerja (Ciptaker) dan Mogok Bayar Uang Kuliah di bawah Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo, Minggu (10/01).

Aliansi Mahasiswa Makassar mendesak dibebaskannya seluruh tahanan politik tolak UU Ciptaker atau kerap disebut Omnibus Law yang masih ditahan hingga hari ini.

Massa Aksi, Alim menjelaskan bahwa negara melalui aparatusnya melakukan tindakan brutal terhadap perjuangan rakyat menolak Omnibus Law yang pada proses penyusunannya dianggap cacat baik prosedur maupun substansi serta mengacuhkan pendapat rakyat.

“Negara justru merespon dengan represifitas dan kesewenang-wenangan, penangkapan tanpa prosedur serta bukti yang jelas,” pungkasnya.

Pengesahan Omnibus Law pada 5 Oktober lalu menuai beragam kritikan dari elemen masyarakat yang tidak setuju terhadap pengesahan UU sapu jagat tersebut, penolakan datang dari kaum buruh sampai mahasiswa turut merasa dirugikan dengan disahkannya UU ini.

Seperti yang diungkapkan salah satu massa aksi tersebut, Alim. Ia mengatakan bahwa dalam draf Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan ini akan semakin melanggengkan praktik komersialisasi pendidikan.

Lanjutnya, hal tersebut disebabkan Omnibus Law telah menghapus kewajiban prinsip nirlaba dalam penyelenggaraan pendidikan yang sebelumnya dimuat dalam Pasal 53 UU Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 60 Ayat (2), Pasal 63 dan Pasal 90 Ayat (4), UU Nomor 12 Tahun 2012.

“Dihapuskannya kewajiban nirlaba dengan kemudahan investasi pada pelaku usaha ini secara tidak langsung memantik motivasi sesama institusi pendidikan untuk bersaing yang hanya berorientasi pada mekanisme profitabilitasnya,” ungkapnya.

Ketentuan klaster pendidikan dalam Omnibus Law menimbulkan penolakan oleh mahasiswa di berbagai daerah, termasuk mahasiswa makassar yang telah mengadakan sejumlah aksi demonstrasi dengan melayangkan imbauan mogok bayar uang kuliah.

Hal itu turut dilakukan oleh salah satu massa aksi pada Minggu lalu, Yaya. Ia menuturkan bahwa dirinya memilih untuk mengambil langkah politik dengan tidak membayar biaya pendidikan.

“Mogok bayar uang kuliah sebagai bentuk kekecewaan atas institusi pendidikan hari ini,” tuturnya kepada Kru Intelligent.

*Reporter: Kru-M35