Tolak Penggusuran Warga Pantai Merpati, FPR Sulsel Seruduk DPRD Sulsel

oleh -
Dokumentasi FPR Sulsel

MAKASSAR, INTELLIGENT— Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Selatan menggelar aksi demonstrasi didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (13/01).

Aksi yang dilakukan merespon rencana penggusuran yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba terhadap puluhan rumah warga yang berada di kawasan Pantai Merpati, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Al Iqbal selaku Koordinator Aksi menjelaskan bahwa rencana penggusuran ini tidak dibarengi dengan persiapan relokasi terhadap puluhan rumah terdampak yang ditinggali oleh ratusan warga, sehingga apabila tetap dilaksanakan maka akan mengabaikan hak masyarakat untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.

“Rencana penggusuran ini tidak dibarengi dengan relokasi terhadap warga penghuni Pantai Merpati, sehingga apabila tetap dilaksanakan maka artinya pemerintah daerah telah mengabaikan kewajibannya untuk memenuhi hak rakyat untuk mendapatkan tempat tinggal layak,” jelasnya.

Informasi mengenai rencana penggusuran ini didapatkan oleh warga melalui Surat Perintah Pengosongan yang diterbitkan oleh Camat Ujung Bulu kepada warga Pantai Merpati terhitung sejak 04 Januari 2022 hingga 15 Januari 2022.

Anggota DPRD Sulsel, Andi Muktar Mapatoba yang menemui peserta aksi menuturkan ketidaksetujuannya mengenai upaya penggusuran ketika kepastian mengenai relokasi masyarakat pesisir Pantai Merpati tidak ada.

“Salah memang itu kalau disuruh pindah baru tidak jelas mau pindah kemana, masyarakat juga cuma itu tempat tinggalnya. Seharusnya diperjelas dulu akan di pindahkan kemana mereka, bukan suruh pindah saja.” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihaknya akan bersama-sama memperjuangkan hak masyarakat, termasuk yang saat ini dialami oleh warga Pantai Merpati, Kab. Bulukumba.

“Kita akan perjuangkan sama-sama membela kepentingan rakyat. Nanti setelah ini saya akan telepon ke Wakil Bupati atau Bupati untuk menanyakan bagaimana menyikapi hal ini,” tambahnya.

Saat ini, kabarnya PLN Bulukumba sudah mulai melakukan pemutusan aliran listrik tanpa komunikasi dengan pemilik rumah di beberapa rumah yang terancam tergusur. Pihak PLN berdalih jika mereka mendapat instruksi langsung dari pihak Camat Ujung Bulu. Warga memilih untuk tetap bertahan, sebab sampai saat ini tidak ada kejelasan mengenai proses relokasi.

Bersamaan dengan unjuk rasa yang digelar massa FPR di Makassar, warga Pantai Merpati yang bergabung dalam Serikat Nelayan Bulukumba – FPR Bulukumba juga menggelar aksi unjuk rasa pada hari ini di depan Kantor Bupati Bulukumba untuk menyampaikan penolakan atas rencana penggusuran oleh Pemda Bulukumba tersebut.