MAKASSAR, INTELLIGNET – Puluhan mahasiswa yang berasal dari jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar serta dosen-dosen dari jurusan mendatangi Direktorat Polkesmas untuk mendiskusikan perihal jadwal wisuda bagi para calon wisudawan dari jurusan Farmasi yang dinilai tidak adil bagi mereka. Jumat (13/09).
Mereka bermaksud untuk menuntut birokrasi agar memberikan penjelasan dan solusi mengenai keputusan yang dinilai merugikan mereka. Para mahasiswa tersebut meminta agar pelaksanaan wisuda yang dijadwalkan pada bulan Desember agar dapat dimajukan.
Salah seorang mahasiswa Farmasi, Kifli (bukan nama sebenarnya) menjelaskan tujuan mereka untuk datang dan meminta kejelasan mengenai kebijakan yang menetapkan pelaksanaan wisuda jurusan Farmasi yang akan diadakan pada bulan Desember.
“Tujuannya kami datang kesini itu sebagai mahasiswa farmasi terkait hasil keputusan dari ketua pelaksana panitia wisuda terkait mahasiswa jurusan Farmasi itu akan di wisuda pada bulan dua belas,” jelasnya.
Ia melanjutkan bahwa mereka merasa keberatan dengan keputusan tersebut yang dirasa terlalu lama dan menghambat para mahasiswa yang membutuhkan Ijazah dalam melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.
“Kami selaku jurusan farmasi sangat keberatan dikarenakan bulan 12 itu waktunya sangat lama sedangkan kami sangat membutuhkan Ijazah untuk melanjutkan pendidikan ataupun pekerjaan kedepannya,” lanjutnya.
Ia juga mengungkapkan harapannya setelah diadakannya aksi agar pelaksanaan wisuda jurusan Farmasi dapat dimajukan ke bulan September bersamaan dengan jurusan lain.
“Harapan kami untuk adanya aksi ini agar pelaksanaan wisuda di farmasi pada bulan Desember itu dapat dimajukan ke bulan September sama halnya dengan jurusan lain,” Harapnya.
Di sisi lain, setelah menunggu sejak pagi hingga sore hari pihak jurusan Farmasi akhirnya dapat bertemu dengan pihak birokrasi dan segera melakukan diskusi mengenai keresahan yang mereka bawa dari jurusan mereka.
Setelah berdialog selama beberapa waktu dengan pihak birokrasi, Ibu Ida Adhayanti, S.Si., M. Sc., Apt selaku Ketua jurusan Farmasi kemudian mengungkapkan bahwa permasalahan ini dipicu oleh keterbatasan administrasi, dimana jurusan Farmasi tidak memenuhi syarat secara administrasi.
“Mahasiswa punya hak untuk wisuda, tapi dibatasi oleh administrasi Ini adalah konsekuensi karena kita tidak memenuhi syarat secara administrasi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan syarat administrasi untuk wisuda yang tidak dipenuhi oleh jurusan Farmasi yaitu terlambatnya pelaksanaan yudisium yang harusnya dilaksanakan sebelum tanggal 12 September.
“Syarat wisuda di administrasi adalah tanggal 12 September batas terakhir yudisium, yang belum dilaksanakan mahasiswa Farmasi sehingga tidak memenuhi syarat yudisium,” jelasnya.
Terkait masalah ini, Beliau juga mengungkapkan masalah lain berupa belum keluarnya sertifikat akreditasi untuk D-IV Jurusan Farmasi yang dapat berisiko pada ijazah mahasiswa D-IV sendiri.
“D4 belum keluar sertifikat akreditasi sehingga tidak bisa wisuda, karena jika wisuda dan belum terbit ijazahnya tidak valid, yang berisiko pada ijazah dari mahasiswa D4 sendiri,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa hal ini juga yang mendasari perbincangan mengenai Prodi yang dapat di wisuda terlebih dahulu, namun dengan keadaan Prodi D-IV yang dinilai masih terlalu berisiko, maka pihak kampus akan mengusahakan untuk Solusi yang lain.
“Inilah yang mendasari perbincangan antara jurusan dan direktur siapa yang wisuda terlebih dahulu antara D3 dan D4, namun D4 terlalu berisiko jadi diusahakan untuk dicarikan solusi lain,” sebutnya.
Ia juga menjelaskan menyusul pernyataan tersebut maka diputuskan sebanyak 88 orang mahasiswa Prodi D-III Jurusan Farmasi dapat diikut sertakan dalam wisuda bulan ini dengan ketentuan bahwa orang tua wisudawan tidak akan bisa masuk kedalam aula hotel, namun akan tetap disediakan tempat tersendiri untuk orang tua untuk melihat kegiatan wisuda melalui siaran langsung.
“88 mahasiswa D3 insya Allah bisa ikut wisuda , tapi karena di Foupoint (Hotel) udah di konfirmasi jumlah wisudanya, mereka bisa wisuda tapi orang tua tidak masuk ke dalam aula, akan disiapkan tempat tersendiri untuk orang tua dan live streaming,” tambahnya.
Beliau menutup dengan menyampaikan bahwa akan dilakukan penjelasan ulang oleh kepala jurusan kepada mahasiswa besok pagi (14/09) untuk meminta kesetujuan dari mahasiswa Prodi D-III untuk ikut wisuda tanggal 24 September.
“Setujunya D3 wisuda tanggal 24 September dapat di rapatkan besok pagi atau bisa dibantu Kajur untuk menyampaikan ke teman-temannya, mengingat besok akan dilakukan briefing,” tutupnya.
*Reporter : Kru 10*






